HOMESCHOOLER Mom

Foto saya
a mom of homeschool twinnies (boy and girl), an ex architect, a lecturer, a crafter, and a children book's author and illustrator. loves drawing, crafting, illustrating, making pretty things..

Hi there...

Thanks so much for taking time out of your day to stop by my little space! i am happy to share my daily activities (homeschooling, green living, writing, ilustrating & crafting) and hope you enjoy it...

-Dini-

dkwardhani@yahoo.com



Minggu, 13 Maret 2016

Yuk, Belajar jadi Sahabat Bumi

Assalamu’alaykum Wr. Wb.
Hari ini insyaAllah kita akan berbagi dengan tema “Yuk, Jadi Sahabat Bumi!”
Bumi semakin tua. Polusi udara, pencemaran air, dan banyaknya sampah, telah membuat bumi mengalami kerusakan dimana-mana. Apakah kita bisa melakukan sesuatu untuk mengatasinya?
Bumi adalah karunia Allah yang luar biasa. Allah telah menghamparkan bumi sebagai tempat tinggal manusia (Al Hijr : 19-20)
(19). وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ
Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
(20). وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ
Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.
*
Menjaga bumi adalah kewajiban seorang Muslim. Allah tidak menyukai perilaku berbuat kerusakan, boros juga kezholiman.
Rasulullah SAW bersabda, “… Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya makhluk yang ada di langit akan menyayangi kalian..” (HR At Tirmidzi, no. 1847, menurut beliau hadits ini hasan shahih).
Al-Qashash (28): 77
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagian dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Surat Ar-Rum ayat 41-42 :
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”
*
Mungkin beberapa hadist berikut tidak terlalu friendly di telinga kita, padahal Rasulullah adalah seorang yang telah mencontohkan untuk selalu menjaga, memelihara, dan menyayangi lingkungan. Apakah kita tidak ingin mencontoh sunnah beliau?
Rasulullah SAW bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya”. [HR. Al-Bukhoriy]
إِنْ قَامَتْ السَّاعَةُ وَبِيَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَفْعَلْ
“Jika hari kiamat telah tegak, sedang di tangan seorang diantara kalian terdapat bibit pohon korma; jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka lakukanlah”. [HR. Ahmad]
Dari Anas -radhiyallahu anhu- berkata,”Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
سَبْعٌ يَجْرِيْ لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بِعْدِ مَوْتِهِ ، وَهُوَ فِيْ قَبْرِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا ، أَوْ كَرَى نَهْرًا ، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا ، أَوْ غَرَسَ نَخْلاً ، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا ، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا ، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ
“Ada tujuh hal yang akan mengalir pahalanya bagi seorang hamba setelah ia meninggal, sedang ia telah berada di dalam kuburnya: Orang yang mengajarkan ilmu, orang yang menggali (mengalirkan) sungai, orang yang menggali sumur, orang yang menanam pohon kurma, orang yang membangun masjid, orang yang mewariskan (mewakafkan) mush-haf (Al-Qur’an), dan orang yang meninggalkan anak yang akan memohonkan ampunan baginya setelah matinya”. [HR. Al-Bazzar dalam Musnad-nya (no. 7289) dan Ad-Dailamiy dalam Musnad Al-Firdaws (no. 3492). Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albaniy -rahimahullah- dalam Shohih Al-Jami’ (3602)]
Menurut Imam Al-Suyuti (911 H), bila semua hadits mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal, yaitu:
1 Ilmu yang bermanfaat
2 Doa anak yang shaleh
3 Sedekah jariyah (wakaf)
4 Menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan
5 Mewakafkan buku, Kitab atau Al-Qur’an
6 Berjuang dan membela Tanah Air
7 Membuat sumur
8 Membuat irigasi
9 Membangun tempat penginapan bagi para musafir
10 Membangun tempat ibadah dan belajar.
Ke sepuluh hal di atas menjadi amal yang pahalanya terus mengalir, karena orang yang masih hidup akan terus mengambil manfaat dari ke-10 hal tersebut.
*
Menjaga bumi adalah tanggung jawab kita semua. Semakin dini mengenalkannya kepada anak-anak, semakin mudah untuk menumbuhkan kecintaan mereka terhadap lingkungan.
Apa saja yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi?
1. Pertama-tama kita harus memahami bahwa Bumi adalah karunia Allah dan kita patut bersyukur. Salah satu caranya dengan tidak berbuat kerusakan, ikut andil dalam menjaganya.
2. Apapun yang kita lakukan di muka bumi ini akan dicatat dan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak, termasuk juga perilaku kita (sekecil apapun itu misalkan membuang bungkus permen).
3. Ubah perilaku kita dan keluarga dalam mengkonsumsi sumber daya yang ada. Allah menyukai orang-orang yang tidak berlebih-lebihan (secukupnya). hal ini disebut reduce.
4. Pilah sampah berdasarkan jenisnya agar mudah kita kelola dan olah kembali.
5. Gantilah bahan-bahan yang bisa mencemari lingkungan dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Misalkan ganti sabun cuci piring yang berbahan deterjen menjadi sabun cuci alami. Ganti sabun cuci baju dengan biowash (misalkan) dll. Hal ini disebutreplace.
6. Daur ulang apapun yang bisa kita gunakan kembali. Misalkan botol bekas menjadi wadah tanaman hias, kardus menjadi mainan anak dsb.
7. Ubah rumah kita menjadi rumah yang lebih ramah lingkungan, dengan cara cara sederhana misalkan memiliki takakura utk composting, memiliki tampungan air hujan utk mengurangi konsumsi air pdam, memiliki biopori utk resapan air.
8. Beri contoh pada anak-anak, ajak mereka ikut andil dalam upaya yang kita lakukan, memilah sampah, mengingatkan untuk selalu membawa tas belanja, mengganti plastik/bahan-bahan sekali pakai dengan yang lebih awet, membuat kompos, menanam, menabung sampah dsb. Anak adalah peniru yang baik. Pastikan kita menjadi tauladan yang tepat.
Menjaga bumi sebenarnya adalah menegakkan amanah Allah dan menjalankan sunnah. Keberlanjutan hidup kita di muka bumi ini harus kita upayakan senatural mungkin. Sustainability can start from home. Selain mengubah perilaku kita sehari-hari kita juga bisa melakukan perubahan dalam tools yang ada dalam rumah kita. Saya akan share beberapa foto agar ibu-ibu mendapatkan bayangan tentang apa yang bisa kita lakukan. Saya sendiri belum sempurna, semoga kita dimudahkan Allah untuk melakukan upaya ini lillahita’ala.
InsyaAllah sekecil apapun upaya kita asalkan ikhlas dan karena Allah akan dicatat sebagai amal sholeh. Apalagi kalau bisa menginspirasi tetangga dan teman serta kerabat. Dan mereka mencontohnya kita juga akan mendapatkan pahalanya.
Anak-anak kita belajar lifeskill dari orang tuanya. Jadi kalau misalkan kita bikin bikin sesuatu mereka otomatis belajar. Bahkan mereka bisa belajar sangat banyak daripada yang kita bayangkan. Rumah bisa jadi laboratorium hidup. Misal belajar kompos, eh kenapa kok bisa membusuk terurai dst. Belajar manen hujan sekaligus belajar siklus air dan daur hidrologi. Ajak anak2 ke TPS atau TPA, Anak2 akan belajar tentang timbunan sampah dan dampak konsumsi kita. Anak2 jauh lebih care lho dari pada kita soal sampah.
Jadi aktivitas menjadi sahabat bumi bisa merupakan sarana pembelajaran yang holistik buat anak2. InsyaAllah.
Selengkapnya (sesi tanya jawab) bisa cek di https://sabumibdg.wordpress.com/2015/09/08/yuk-belajar-jadi-sahabat-bumi-dari-bunda-dini-part-1/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

you might also like these stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...