CRAFTER. WRITER. FABRIC ARTIST.

Foto Saya
a mom of a pair twinnies (boy and girl), an ex architect, a lecturer, a crafter, and a children book's author. loves drawing, crafting, illustrating, making pretty things..

Hi there...

Thanks so much for taking time out of your day to stop by my little space! i am happy to share my daily crafty activities and hope you enjoy it...

-Dini-

dkwardhani@yahoo.com



Sabtu, 24 Januari 2015

Sabun Cuci Alami dari biji LERAK

-Sabun Cuci Alami-

Mungkin teman-teman pernah tahu LERAK atau ada yang menyebutnya KLERAK? ya, Lerak dikenal sebagai cairan pencuci batik agar batik tetap indah, tidak kusam dan terjaga warna aslinya. Nah, ternyata nih Lerak punya berbagai fungsi lain lho.. Lerak bisa untuk cuci piring, mengepel lantai, mencuci baju dan juga untuk menggosok kamar mandi. Luar biasa, bukan?


Siapa bilang lerak ga berbusa? bisa lihat foto, busa lerak cukup banyak. Hasil cucinya juga kesat. Pemakaian Lerak ini sangat mudah dan murah lho. Cukup rendam beberapa biji Lerak, dengan air hangat-hangat kuku, supaya busa yang dihasilkan bisa banyak. Pakai sabut kelapa atau buah oyong/gambas kering, sangat membantu menghasilkan busa (lihat foto). Dan yang jelas, ngga menghasilkan limbah detergen yang akan dibuang ke selokan. Lerak bisa dibeli di pasar tradisional sekitar rumah.
Virus pemakaian lerak ini ditularkan oleh mb Kristien Yuliarti, setelah sebelumnya saya ketularan kompos dan takakura. Untuk artike singkat dan lumayan lengkap beserta resep-resepnya bisa kunjungi http://www.dailydump.org/what_are_soap_nuts

Yuk ah, jaga bumi dengan hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan. Sekecil apapun kontribusi kita InsyaAllah tetap bermakna.

Minggu, 18 Januari 2015

Di balik Ilustrasi Kumpulan Cerita Sahabat Bumi

Alhamdulillah...

Saya benar-benar bersyukur saat buku ini akhirnya terbit. Just a little contribution for our environment. Tidak muluk-muluk...

Ide dan konsep buku ini sangat sederhana, dan saya mendapatkan ide-ide itu justru di mata kuliah perencanaan permukiman, mata kuliah yang saya kelola bersama rekan-rekan dosen di Jurusan PWK UB. Saya mengeksekusinya bersama mb Watiek Ideo, dengan mengambil setting permukiman padat sekitar kita. Ternyata hal-hal sederhana bisa kita lakukan untuk menjaga bumi. Untuk itulah buku ini kami beri Judul SAHABAT BUMI.


Kita bisa memanen hujan, menabung sampah, membuat taman gantung, membuat kincir kayu dan juga menjernihkan air dengan rawa...
Penasaran kan? 




Dalam pengerjaan ilustrasinya, saya dibantu teman-teman ilustrator yang ternyata semua satu almamater di ITB, dan 4 di antaranya adalah lulusan arsitektur ^^b dan yang satu lagi lulusan seni rupa. Seru banget...
Senangnya lagi semuanya bersedia mengerjakan ilustrasinya dengan manual. Ada yang menggunakan cat air, pensil warna dan juga pensil aquarel. Buat saya pribadi ilustrasi manual itu lebih mengena di hati dan memuaskan.

Ini dia hasilnya ^^b


Kincir Kayuh karya Norma Aisyah


Rawa Penjernih karya Noviantari Sudarmadji


Bank Sampah karya Dian Yusnita


Panen Hujan karya Tiffa Nur Latifa

Saya sangat berharap terbitnya buku ini bisa menggugah pembaca cilik semua, untuk ikut andil melakukan hal-hal sederhana demi menjaga bumi. Dan tentunya menyebarkan virus #sahabatbumi...



Kamis, 15 Januari 2015

SAHABAT BUMI by DK Wardhani & Watiek Ideo


Alhamdulillah TELAH TERBIT di awal Januari 2015...

Melengkapi buku Kisah KOTA KITA, saya dan mb Watiek Ideo menulis sebuah Kumpulan Cerita berjudul SAHABAT BUMI ^^b

Judul dalam seri ini sangat seru ada PANEN HUJAN, BANK SAMPAH, KINCIR KAYUH, RAWA PENJERNIH dan TAMAN GANTUNG...

Serunya lagi KumCer ini dapat endorsement dari Prof Emil Salim Lhooo...

"Menjaga bumi adalah tanggung jawab kita semua. Semakin dini mengenalkannya kepada anak-anak, semakin mudah untuk menumbuhkan kecintaan mereka terhadap lingkungan. Buku ini hadir sebagai salah satu jawaban dan media yang tepat untuk mengenalkan aneka cara sederhana menjaga bumi. Cerita dan ilustrasinya aplikatif dan menarik. Semoga anak Indonesia dapat menunjukkan aksi nyata mereka demi masa depan yang lebih indah."
(Prof. Dr. Emil Salim, Menteri Lingkungan Hidup RI 1983-1993, Dewan Pertimbangan Presiden, Anggota Bidang Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan (2007-2010)



SINOPSIS  BACK COVER
Bumi semakin tua. Polusi udara, pencemaran air, dan banyaknya sampah, telah membuat bumi mengalami kerusakan dimana-mana. Apakah kita bisa melakukan sesuatu untuk mengatasinya?

Tentu saja! Dengan membaca buku ini, kau akan berkenalan dengan teman-temanmu yang menamakan diri sebagai 'Sahabat Bumi'. Mereka melakukan banyak kegiatan sederhana namun seru, untuk menjaga dan merawat bumi, misalnya membuat taman gantung, rawa penjernih, bank sampah, dan lain-lain. 

Kau pun bisa melakukannya bersama teman-teman atau orang-orang di kampungmu.

Hal kecil yang kau lakukan pasti akan sangat berguna.
Bumi adalah milik kita bersama. Jaga dan lindungi ya!



Terima kasih untuk semua ilustrator yang sudah berkolaborasi dalam Kumpulan Cerita ini Dian Yusnita Setiany, Tiffa N. Tanuwigena, Noviantari Sudarmadji, Norma Aisyah dan saya sendiri hihihi...

Semoga buku ini membawa manfaat dan kebaikan :)

Terima kasih juga kepada Penerbit Gramedia Pustaka Utama, dan editor kami mb Diniarty Pandia dan mb Ramayanti.



Selasa, 30 Desember 2014

Membuat LAPBOOK ala Adit dan Keni

(bisa untuk mengisi liburan, atau bisa juga untuk sehari-hari)
Alhamdulillah setelah mengenal "Home Education" jadi melek beberapa metode belajar yang digunakan terutama oleh kegiatan "Home Schooling" salah satunya adalah LAPBOOK  mesikpun kami tidak atau belum berHS tapi bagi kami metode belajar yang digunakan dalam HS sangatlah pas untuk anak-anak. Justru mungkin sekolah bisa mengadopsi metode belajar dengan Lapbook ini.
Kegiatan belajar menggunakan lapbook adalah semacam proyek kecil yang mengintegrasikan sebuah tema tertentu yang dipilih. Lapbook adalah salah satu cara mendokumentasi kegiatan tematik. Kegiatan ini sangat menyenangkan, terutama untuk anak-anak yang lebih cenderung visual dan spasial karena belajar dengan media gambar, ketrampilan, dan terlibat langsung dengan sebuah proyek yang dipelajarinya. (source Rumah Inspirasi)
Cara membuat Lapbook sederhana :
1. Siapkan kertas sebagai alas (bisa karton semacam manila dibagi 2, bisa juga map kertas tebal).
2. Siapkan materi tematik yang akan dimasukkan dalam lapbook.
Sebenarnya tidak perlu beli atau mencari bahan-bahan lapbook khusus karena bisa membuat klipping atau kolase dari bahan yang ada atau googling saja. Untuk yang baru pertama mencoba bisa coba free template di 


3. Anak-anak yang pertama kali membuat lapbook pasti akan kebingungan, jadi mereka awalnya perlu dibantu atau didampingi. Lapbook sendiri yang saya pahami memang berbentuk seperti klipping/ kolase, dimana ia terdiri dari beberapa mini books (bentuknya bisa folded, flap, pocket, wheel dll), gambar, puisi, diagram dll.

4. Sesuaikan dengan usia, contoh-contoh lapbook di youtube maupun di blog-blog para homescholler luar biasa banyak namun perlu disesuaikan dengan pemahaman anak.
5. Mulai dari hal-hal yang mereka minati. Adit suka cuaca dan mesin, setelah ini mau coba tentang roket dan planet. Keni suka hewan dan belanja.

6. Biarkan anak-anak berimprovisasi dengan menggambar atau mewarna di bagian yang mereka sukai.


7. Anak-anak bisa juga melakukan riset kecil-kecilan saat mengisi/membuat lapbook, misalkan mengamati atau membaca dari ensiklopedi baru kemudian di rangkum sendiri.


8. Setelah Lapbook jadi, mintalah anak untuk mempresentasikan isinya, jika mungkin sebaiknya direkam (*next project).

9. Tunjukkan hasil karya anak ke sekolah, jika memungkinkan ajak sekolah membuat proyek lapbook kecil-kecilan di sekolah. Dan usulkan agar anak-anak bisa mempresentasikan tema lapbook mereka.

*Nasehat untuk diri sendiri : berorientasilah pada proses bukan pada hasil


Cara pembuatan lapbook sederhana saja, yang penting ada sebuah karton besar sebagai "alas" bagi berbagai informasi yang ingin dicantumkan. Semacam kliping, namun tidak terbatas hanya dari potongan berita atau foto saja, bisa ditempelkan juga berbagai craft, origami, komik buatan sendiri, dengan diberi hiasan-hiasan yang menarik dan setema. (source: Klub Sinau)
Untuk membaca lebih jauh tentang lapbook bisa kehttp://www.handsofachild.com/lapbooking/

Salam dan selamat berkreasi dengan Lapbook 

Sabtu, 13 Desember 2014

Aturan Main di Rumah ala Adit dan Keni

Selesai rapat keluarga, adit dan keni menuliskan kesepakatan tentang aturan main di rumah... Adit dan keni terlibat langsung dalam menentukan apa saja yang menjadi aturan sederhana di rumah. Alhamdulillah sedikit demi sedikit terpenuhi.


  1. Membuat aturan main ini cukup mudah:
  2. Ajak anak terlibat dalam rapat keluarg, dengarkan pendapat mereka. Anak bukan objek, mereka adalah subjek :)
  3. Beri pilihan aturan apa saja yang akan dituliskan.
  4. Susun skala prioritas mana yang aturan terpenting di rumah atau yang urgent untuk dilakukan, ngga mungkin juga semua terpenuhi... mereka perlu belajar aturan main secara bertahap.
  5. Buat sesederhana mungkin dan tak perlu muluk-muluk, yang penting anak bisa melakukan.
  6. Setiap aturan selalu ada reward and punishment, minimkan punishment perbanyak reward.
  7. Awalnya pasti akan selalu perlu diingatkan, lama-lama jika sudah menjadi kebiasan bisa ditawarkan atura main yang baru.
  8. Adit dan keni berganti menulis aturan main yang mereka sepakati, sehingga mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap tulisan mereka :D
  9. Aturan main bukan hanya untuk anak, tapi untuk se-isi rumah termasuh orang tua donk ya.. jangan hanya berharap anak yang diatur, tapi orang tua juga harus ikut aturan main. Jika tidak anak akan merasa itu tidak adil.
  10. Kuncinya di konsistensi :D jika orang tua melanggar anak juga boleh mengingatkan.
  11. Dengan adanya aturan main, rumah akan lebih aman terkendali :)), anak belajar bertanggung jawab, membentuk kebiasaan dan karakter perilaku yang baik :)
  12. Aturan main bisa ditulis di kertas / papan tulis, ditaruh di tempat-tempat yang mudah terlihat/terbaca.



Salam 



#ibuaditdankeni

Jumat, 12 Desember 2014

Tips Menabung di BANK SAMPAH


-Nabung Sampah di BANK SAMPAH MALANG yuk-
(*boleh juga diberikan ke pemulung atau rombeng.. tergantung sikon)

Ah, ternyata memilah sampah rumah itu mudah 
Gimana ya mulainya? Nah, cara menyiasatinya mudah saja :
1. Kami menggunakan kresek besar yang dicantolkan di dinding dapur (tentu ada beberapa buah) atau bisa juga menggunakan kardus bekas seperti foto.
2. Jumlah kardus/kreseknya sesuai dengan jenis sampah. Di rumah biasanya memilah menjadi sampah kertas dan dus, botol minum, plastik, lain-lain.
3. Tiap ada sampah kering, cemplungin aja ke kresek/kardus. Kadang kreseknya jadi satu supaya ngga mikir  baru dipilah kalau sudah terkumpul banyak, asal sama-sama kering.
4. Hari Sabtu kami cek kembali, siapa tahu ada sampah yang tercampur. Kami bereskan agar siap dibawa ke Bank Sampah.
5. Ke Bank Sampah cukup sebulan sekali saja.




Semakin detail pemilahannya, semakin tinggi nilai sampahnya. Di Bank Sampah ada kategori sampah kertas campur dan plastik campur, harga perkilonya lebih rendah karena belum terpilah dengan baik pokoknya semua kertas jadi satu. Kalau lebih detail milahnya misalkan hvs saja, botol saja, majalah saja akan lebih tinggi harga per kilonya.


*baru 3x setor ke Bank Sampah sudah nabung 125.000 dari sampah... Horeeee 

*biasanya rombeng/pemulung ngga mau menerima semua sampah kering, hebatnya Bank Sampah Malang bisa menerima 80-an jenis sampah lhoo 

#ibuaditdankeni


Kamis, 11 Desember 2014

Tips Suka Membaca ala Adit dan Keni

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan gimana sih biar anak suka baca? 



Alhamdulillah... Adit dan Keni termasuk anak yang gemar buku, mereka akan membaca buku dimana saja, kapan saja (saat menunggu jemputan, saat nginep di rumah Eyang, saat menunggu makan malam dll). Adit dan Keni sudah suka buku sebelum mereka bisa membaca. Bahkan mereka tertarik belajar membaca karena ingin bisa membaca sendiri buku-buku yang ada di rumah.


Ini adalah sedikit pengalaman yang bisa saya bagi:

1. Awalnya harus menumbuhkan minat dulu sejak usia dini, dengan cara memperkenalkan berbagai jenis buku. Jaman anak-anak kecil saya perkenalkan beberapa ragam buku (di Indonesia jarang biasanya ini buku import, tapi bisa saja kita pinjam di perpustakaan, beli seken atau bahkan bikin sendiri.) :
- touchbook, buku yang permukaannya bisa diraba - ada kasar halusnya
- softbook, buku dari kain disebut juga buku bantal
- boardbook, buku dari karton tebal
- puzzle book, puzzlenya jika disusun bisa jadi buku
- picbook, buku yang gambarnya lebih dominan dari pada ceritanya
- quite book, buku tanpa teks

2. Tumbuhkan kebutuhan, dengan cara jika adit dan keni ada pertanyaan biasanya mereka akan mencari jawabannya di buku.

3. Tumbuhkan kebiasaan, sehari satu buku atau menjelang tidur satu buku.
- Saya pernah mendatangi sekolah yang mereka punya sesi "Drop every thing and read!" semua murid membawa buku ditaruh di keranjang dan setiap pagi mereka ambil buku yang ada di situ dibaca bergantian.

4. Kondisikan suasana membaca, dengan membuatkan perpustakaan mini atau pojok baca. Buat senyaman mungkin, dengan meja kecil, bantal karya Ibu dan lain-lain. Beri tanggung jawab merawat dan mengembalikan buku sesuai kategorinya.

5. Bapak dan Ibu punya kebiasaan menraktir anak-anak dengan buku, saat wiken atau saat anak-anak sudah melakukan sesuatu yang baik.

6. Ajak ke perpustakaan kota, bazzar, pameran buku dan toko buku  *serumah ngga hobby nge-mall :D 

7. Saat belum bisa membaca buku, biasanya mereka memilih satu buku untuk dibacakan sebelum tidur. Esok malamnya, coba minta si kecil untuk menceritakan ulang buku yang sudah dibaca kemarin, biarkan ia berimprovisasi dengan cerita yang sudah dibacanya.

8. Beri apreasiasi atas kesukaannya terhadap buku, bisa berupa pujian, usapan di kepala, pelukan dan yang lainnya.

9. Ngga perlu "esmosi jiwa", jika anak merobek buku, mencoret, atau ketumpahan sesuatu. Saya pun pernah mengalami itu. Jika kita esmosi maka anak akan mengganggap kita jauh lebih sayang buku daripada mereka :D

10. Saran terakhir adalah kurangi TV dan gadget, ini serius hehehehe... bukan steril dari keduanya, tapi yang jelas keduanya menyedot fokus anak, mereka akan sangat suka dan anteng dengan kedua hal tersebut memang dan ini kadang membuat orang tua senang :D karena ngga repot nemenin.

Yang jelas antusiasme terhadap buku itu menular secara alami. Jadi jika ingin anak suka membaca, kuncinya Ibu dan Bapak harus antusias juga terhadap buku-buku dan bacaan.

Sudahkah membaca buku hari ini?

Salam 




Kamis, 04 Desember 2014

Lubang BIOPORI ala Adit dan Keni


(aktivitas anak sederhana untuk menjaga air tanah)


Alhamdulillah musim hujan sudah tiba. Nah, sepertinya sangat cocok jika kita membuat lubang resapan biopori. Adit dan Keni membantu membuat 4 lubang biopori di halaman rumah, we have a lot of fun and dirt :D

Caranya sederhana saja :

1. Gali tanah dengan bor tanah, berdiameter 10 cm dengan kedalaman ideal 80-100 cm (kami hanya sanggup sampai 50 cm sementara ini, karena tanah di halaman lumayan keras)
2. Jika memungkinkan, agar hasil lebih baik masukkan pipa paralon diameter 10 cm agar tanah tidak ambrol.
3. Masukkan daun kering dan sampah basah ke dalam lubang sampai penuh. 
4. Tutup lubang dengan rooster/tutup paralon agar tidak menjadi sarang binatang (tikus).


notes : 

*Sampah akan terurai oleh cacing dan binatang tanah lainnya sehingga membentuk pori-pori di dalam tanah yang berfungsi menyerap air.
*Sampah bisa diisi setiap hari, tanpa perlu dikeluarkan.

Om dan Tante ngga pengen bikin? :D






Membaca Gambar Anak

(tips mengapresiasi gambar anak)

Seperti sudah saya ceritakan di posting sebelumnya kalau Keni suka sekali menggambar dan gambarnya buanyak sekali, di kertas yang terpisah-pisah. Saya awalnya hanya mengumpulkan saja. Lama kelamaan saya perhatikan gambarnya satu persatu... eh ternyata lucu ya.


Mungkin banyak orang tua yang bingung mengapresiasi gambar anak, ya memang lucu tapi selanjutnya apa? paling cuma bisa bilang "Bagus yaa!"

Nah, mari kita lihat. Kira-kira apa sih yang bikin bagus? (lagi-lagi berdasar pengalaman yaaa). Urutan pengamatannya bisa disesuaikan keunikan gambar si anak.
1. Ide.
Yak, ide itu mahaaal. Jika anak bisa memvisualisasikan apa yang ia bayangkan dalam gambar, ia layak dapat apresiasi.

2. Detail.
Kalau saya, yang saya perhatikan adalah detailnya. Keni kalau menggambar detail sekali. Coba lihat, bagaimana Keni menggambar wajah si pensil semua berbeda-beda ekspresinya. Ada yang senang, ada yang alisnya naik, ada yang sedih, nangis dll. Begitu juga saat menggambar api, awan, air dll semua detailnya berbeda. itu pasti butuh waktu dan kesabaran bikin sedetail itu.

3. Warna.
Anak-anak kalau mewarna itu kadang tidak terduga pencampurannya. Keni termasuk yang tidak ragu-ragu memainkan warna.

4. Cerita di balik gambar itu.
Coba deh ditanya, ini gambarnya tentang apa? Anak akan panjang lebar menceritakan apa yang ia gambar. Meskipun gambarnya sederhana, sering kali saya menemukan cerita-cerita yang lucu, unik, dan imajinatif.
contohnya : semut baris itu ada ceritanya lho. Yg depan bu guru semut, muridnya lagi baris antri masuk kelas semut di bawah tanah, semut nomer 2 dari belakang ngantuk karena lama antrinya lucuu bangets denger ceritanya.


5. Komposisi.
Bagaimana anak bisa menguasai bidang gambar, itu bukan hal yang mudah lho.

6. Tarikan garis.
Keni kalau menggambar jarang sekali menghapus. Dia bisa menarik garis dengan pede. Nah, jangan kebanyakan diatur nanti malah merusak mood si anak. (Keni mulai menggambar sejak 2 th)



* Kadang ada anak ngga mau mewarna gambarnya, bukan apa-apa itu karena ia sudah sangat detail saat menggambar hitam putih jadi jangan paksa untuk diwarnai. Cape...katanya.
* Bebaskan saja saat menggambar, jangan sampai karya mereka hanya dua gunung dan sawah saat diajak menggambar bebas.
* Jangan buru-buru mengajak anak untuk ikut lomba, pengalaman saya sendiri gambar Keni ini bukan gambar yang disukai juri-juri lomba, bahkan mungkin gurunya juga, karena tipikal komik bukan gambar lukisan.
* Ibu dan Bapak selalu berusaha menunjukkan full attention, bahwa kami adalah fans Keni no 1 

Oh ya, banyak teori yang mengatakan gambar itu mewakili pribadi/ karakter/ suasana hati anak, saya ingin sekali bisa mempelajari itu. Jika teman-teman ada saran buku atau literatur lain yang bisa saya baca, monggo komen atau inbox saya ya 
Semoga bermanfaat



Belajar Storytelling Seru ala Ibu Adit dan Keni

Nah, karena tidak ada yang mengalahkan serunya cerita Ibu, Bunda, Mama, Ummi menjelang tidur... rasanya perlu juga deh Ibu belajar bagaimana bercerita yang seru dan membangkitkan minat, humor dan rasa ingin tahu anak :D Sedikit sharing nih Adit ngga pernah latihan storytelling, tapi ternyata bisa bercerita di depan teman-temannya karena pernah lihat ibunya siaran live hehehehe... 


Ini hasil belajar dari mengamati dan sedikit praktek, dirangkum deh biar tidak lupa:

1. Opening harus menarik, kalau perlu anak-anak disapa dulu (yel-yel dulu juga boleh kalau di depan audiens, tapi kalau mau tidur jangan deh nanti malah ngga merem-merem)
2. Intonasi perlu dimainkan, jangan datar saja. Supaya anak juga ngga bosen, ini cerita lempeng bener yak :D termasuk juga ekspresi.
3. Dialog-dialog bisa diucapkan dengan suara yang berbeda-beda tergantung tokoh.
4. Beri efek kejutan. Contohnya cerita Library Lion, ada singa mengaum.. nah ajak anak-anak mencoba mengaum bersama.
5. Ngga usah lama-lama,cukup 10-15 menit saja. Kelamaan malah bikin mati gaya.
6. Interaktif, ajak anak untuk menebak, menjawab pertanyaan, atau kalau di depan banyak anak (di ruang publik) bisa ajak anak untuk maju ke depan menyanyi bersama.
7. Bangun suasana, cerita kan ada yang serem, ada riang, ada yang lucu.
8. Penutup, buat penutup yang manis dan berkesan. Jika perlu rangkum kembali cerita tadi dan ajak anak membuat kesimpulan.
9. Jangan lupa sense of humor, melucu itu bikin awet muda lho mom :D. tertawalah bersama anak-anak, rasakan bahwa hal itu bisa membuat kita bahagia.
10. Jangan malu, karena storytelling bisa menciptakan bonding orang tua dan anak.
11. Jika diperlukan bisa juga menggunakan alat peraga, semisal wayang, boneka tangan atau storytelling cards.


beberapa link berikut bisa jadi referensi serunya storytelling :) 

Yuk, sempatkan 10 menit untuk bercerita :) dan lihat deh hasilnya... *kaya iklan :D


http://www.storylineonline.net/library-lion/https://www.youtube.com/watch?v=cREyQJO9EPshttp://www.kamishibai.com/http://capungmungil.blogspot.com/2014/10/story-telling-kisah-kota-kita.html


*Ibu sebetulnya bukan pendongeng. Hanya karena anak-anak sering minta dibacakan cerita tidak lantas Ibu jadi lanyah kalau bercerita :D. Pernah diminta mendongeng di ruang publik (taman kota) tidak serta merta menjadikan Ibu pendongeng yang baik  :)) tetep masih terus belajar.


you might also like these stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...