HOMESCHOOLER Mom

Foto saya
a mom of homeschool twinnies (boy and girl), an ex architect, a lecturer, a crafter, and a children book's author and illustrator. loves drawing, crafting, illustrating, making pretty things..

Hi there...

Thanks so much for taking time out of your day to stop by my little space! i am happy to share my daily activities (homeschooling, green living, writing, ilustrating & crafting) and hope you enjoy it...

-Dini-

dkwardhani@yahoo.com



Sabtu, 30 Juli 2016

Menjelajah Ekowisata Hutan Mangrove Wonorejo, Surabaya

Melihat langsung alam liar. Bertemu biawak, berbagai jenis burung, dan kepiting rawa-rawa. Menyusuri muara dengan kapal sampai ke laut lepas, sangat seru.
Sangat disayangkan, banyak sekali sampah di sini  berbagai plastik, diapers, tissue, botol air kemasan dan lain-lain.
Plastik bisa rapuh dan membentuk micro plastic yang akhirnya tak sengaja akan dimakan/ditelan oleh hewan-hewan di perairan.





Fieldtrip Ke Tumpang

Ini kali kedua main ke Tumpang, ke rumah Bu Luluk Hidayah.Kalau yang pertama dulu kegiatannya nyemplung kali, yang kedua ini kegiatannya main sama ayam dan panen jagung.








Alhamdulillah jagungnya sudah direbus. Aseli wuenaaaak, manis dan seger. Jagung panenan sendiri memang terasa lebih enak ya.
Belajar langsung dari alam itu memberi pengalaman tersendiri. Terima kasih Bu Luluk dan tante Sari Rarasati untuk hari yang menyenangkan dan seru ini.
Next, fieldtrip kemana lagi kita? 

Earth Day Project 2016

Belajar langsung dari kakak-kakak mahasiswa PWK UB di acara pameran Earth Day Project 2016. Belajar tentang hidropronik, water filtering, distilasi plastik, paper recycling dll.

Kamis, 28 Juli 2016

Museum Malang Tempo Doeloe

Baru sempat mengunjungi museum ini sekarang. Ternyata Malang punya museum yang keren banget. Barengan dengan teman-teman HS-ers Surabaya.

Buka tiap hari, mulai jam 08.30-17.00. Museum ini menyimpan beragam koleksi mulai jaman prasejarah, berdirinya kerajaan kanjuruhan, penjajahan hingga berdirinya Kota Malang (peresmian tugu) tahun 1953.
Sebenarnya seru banget mengunjungi museum ini, banyak informasi menarik. Tapi kalau bawa anak-anak dalam rombongan, mas guide agak kewalahan hehehe.. maklum baru dijelasin anak-anak sudah berlarian kesana kemari.

Ini rinciannya per ruangan menurut catatan Raditya Ardi :
R1. Ruang fosil
R2. Gambaran sungai Brantas
R3. Prasasti
R4. Rempah dan peralatan dapur
R5. Alat Pemintal
R6. Arsip
R7. Sejarah perencanaan Kota Malang
R8. Raja-raja Majapahit
R9. Jaman Jepang
R10. Bung Karno
R11. Ruang Pasar Malam






Tempat paling menarik buat ibu ya bagian Perencanaan Kota Malang, penjelasan tentang Bowplan, arsip-arsip peta Kota Malang juga sejarah mata uang. Kalau buat anak-anak yang asik ya bagian akhir yang pasar malem hehehe...
Ada beberapa kegiatan yang bisa diikuti anak-anak, antara lain membatik, melukis topeng, dan membuat gerabah. Tapi harus konfirmasi dulu.
Yang belum ke sini, hayuuuk mampir..
Di jl. Gajahmada,
sebelah resto INGGIL
MALANG


Rabu, 27 Juli 2016

Simple and Easy Cardboard Toy House DIY Tutorial

Alhamdulillah

Memang menjadi orang tua anak-anak homeschooling itu harus siap dengan banyak kejutan ^^ yang ini manis kok. Kenapa saya bilang kejutan manis? karena tiba-tiba inisiatif itu datang bila saatnya tiba hehehe..

Iseng-iseng sore hari saya browing tentang rumah-rumahan dari kardus bekas salah satunya dari http://littleredwindow.com/2014/03/diy-cardboard-box-toy-house.html.





Eh lha kok anak-anak ikut nimbrung, dan ngga tahu kenapa mereka super duper excited dengan rumah boneka itu. Tanpa dinyana anak-anak bikin rancangan (ya betul gambar potongan rumah) beserta ukurannya dan tahu-tahu menelpon bapak minta untuk bisa rapat malam hari selepas isya.

Setelah presentasi ke Bapak dan Ibu, anak-anak mulai merencanakan menggunakan bahan apa. Yang awalnya mau pakai kardus mesin cuci ternyata sudah terbuang :( Akhirnya nemu simpanan karton-karton bekas edutoys jaman capungmungil masih produksi. Dan alhamdulillahnya juga sudah dipotong dengan ukuran yang kok ndilalah pas untuk rumah-rumahan itu.

Pagi-pagi udah nagih aja minta mulai bikin, ya wis Let's go! Mumpung jiwa arsitek ibu masih ada hehehe... Baiklah yuk kita jadikan ini sebagai project based learning kita minggu ini. Kita akan mengukur, memotong, mewarna, menata dan berkompromi.

Alat dan Bahan yang disediakan :

5 karton ukuran 25x32 cm
2 karton ukuran 25x25 cm
Pensil
Penggaris
Cutter
Lem
Stik es krim



Mari mulai dengan laintai pertama, pasang dinding-dinding tegak siku-siku terlebih dahulu baru kemudian pasang lantainya. Jangan lupa lihat gambar.




Setelah itu pasang lantai kedua, dan beri lem untuk atap. Atur kemiringan atap dan pasang pada lantai 2. Lantai dua ini ada ruangan di bawah atap yang di sebut Attic.




Taraaaa... ini kondisi sudah terpasang semua ya... Anak-anak minta diberi garasi atau carport untuk mainan mobil-mobilan Radit yang buanyak itu. Pergolanya menggunakan stik es krim.



Anak-anak memutuskan untuk menghias dan mengecat dinding toy housenya. Yang dilakukan terlebih dahulu adalah menebali garis atap.


 


Kemudian diwarna dengan goache atau cat poster juga bisa. Beres dengan atap, mulai mengecat dinding.

 


Setelah rata, boleh atur interiornya! Horeeee... 




  


Alhamdulillah kelar juga dan sekarang puas-puasin deh mainnya ^^
  






Sahabat Pena Radit

Beberapa waktu lalu saya mengirim sesuatu di Indonesian Homeschooling Network yang kurang lebih berisi :
Teman-teman, putra saya usia 8th sedang mencari sahabat pena sesama homeschooler, karena di kota kami yang HS laki-laki agak jarang. Apakah putra teman-teman ada yang juga berusia 8th? Mungkin bersedia berkorespondensi dengan Radit.Terima kasih.

Alhamdulillah ternyata cukup banyak yang merespon, dan akhirnya Radit pun mengirim beberapa surat yang ia tulis sendiri.

Keseruan hari ini adalah menerima balasan surat dari sahabat pena Radit nun jauh di Pulau Karimun yang juga sesama homeschooler. Tidak menyangka akan dapat teman dari tempat yang tak terbanyangkan sebelumnya.



Ada banyak cara berteman dan bersahabat, salah salah satunya dengan berkorespondensi. Selain berlatih menulis (anak cowok gitu lho), juga mengenal teman dari tempat dan budaya berbeda. Ini adalah pengalaman baru yang seru.
 

Terima kasih mbak Annisa Kurnia Tee juga ibu-ibu lain sudah menfasilitasi pertemanan baru ini. Untuk yang lain sabar ya, satu per satu akan dikirimi surat ya. Semoga bisa berlanjut ya.

-Membuat Jumputan Sederhana-

Ada yang pernah tahu jumputan? Ternyata mudah juga ya bikin jumputan, hanya celup-celup warna aja. Gara-gara ngebatik jadi browsing tentang jumputan.
Yang perlu dipersiapkan hanya :
Kain putih
Karet gelang
Pewarna (pake pewarna makanan seadanya di rumah)





Caranya juga sederhana. 
Siapkan kain, seukuran saputangan atau mau lebih besar juga bisa. Lalu, kainnya diiket pake karet gelang (lihat gambar). Setelahnya siapkan baskom-baskom isi air dicampur sama pewarna. Kemudian celupkan yang bagian tengah dulu ke warna yg diinginkan. Lalu diangin-angin. Ulangi lagi untuk ikatan yang lain. Jemur.




Setelah kering baru dibuka... Tarraaa...
Percampuran warnanya itu yang bikin jumputan menarik. Ternyata yang paling sulit bagi anak-anak adalah saat mengikat kain dengan karet gelang. Nguwer-nguwernya itu lho (halaaah bahasan :D). Kalau pakai pewarna makanan memang warna hasilnya lebih pastel dan guratan putih bekas ikatan kurang tampak. Tapi lebih aman lah untuk anak-anak.

Dengan jumputan anak-anak bisa belajar macam-macam mulai kapilaritas, warna primer, percampuran warna. Selain itu anak-anak jadi tahu juga tentang seni tekstil selain batik.
Belajar apa saja, dia mana saja ^^

Selasa, 26 Juli 2016

-Belajar Membatik-

Alhamdulillah, kesampaian juga akhirnya bisa ngajakin anak-anak belajar membatik. Setelah browsing sana-sini akhirnya nemu tempat kursus yang nyaman dan ramah anak.
Langkahnya dimulai dengan menyiapkan kain, membuat pola, kemudian melelehkan malam (lilin).
 



Yang paling sulit adalah saat mulai menyanthing. Ada teknik tertentu yang harus diikuti. Anak-anak awalnya takut dan kagok, tapi lama-lama mereka seneng dan mulai luwes menutup pola dengan malam, pakai canthing.
 

Proses berikutnya, obyek dikuasin warna, kemudian dijemur. Setelah kering, warna objek diblok dengan malam lagi, istilahnya ditembok. Setelah ditembok, baru dicelup warna background, terakhir dilorod. Lorod adalah proses meluruhkan malam dg cara direbus.

 


1 kain batik sepanjang 2,5 meter bisa menghabiskan waktu 3 minggu lhooo. Waah... lama sekali ya. Pantas saja harganya mahal.


  


Bagi yang ingin tahu lebih banyak, atau mencari batik khas malang an, langsung aja datang ke :
Batik Blimbing Malang
Jl. Candi Jago no 6
(belakang masjid Sabilillah)
Malang
http://batikblimbingmalang.blogspot.co.id/
Belajar bisa dimana aja, kapan aja dan siapa saja. Senangnya ^^

you might also like these stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...