HOMESCHOOLER Mom

Foto saya
a mom of homeschool twinnies (boy and girl), an ex architect, a lecturer, a crafter, and a children book's author and illustrator. loves drawing, crafting, illustrating, making pretty things..

Hi there...

Thanks so much for taking time out of your day to stop by my little space! i am happy to share my daily activities (homeschooling, green living, writing, ilustrating & crafting) and hope you enjoy it...

-Dini-

dkwardhani@yahoo.com



Kamis, 04 Desember 2014

Belajar Qur'an ala Adit dan Keni

Beberapa waktu lalu ibu ikut seminar "Alhamdulillah Balitaku Khatam Al Qur'an" oleh Dr. Sarmini. 

Sebagai orang awam, ibu ingin mencoba menerapkan ilmu yang didapat dari penjelasan dan buku Dr. Sarmini. Adit dan Keni (6th) bukan besar di lingkungan santri, Ibu juga bukan ustazah apalagi hafizah :D tapi kami coba sedikit demi sedikit untuk mengikuti apa yang diajarkan dalam buku tersebut. Adit dan Keni juga bukan Musa atau anak-anak dalam acara Hafiz Indonesia hehehe... tapi alhamdulillah progressnya lumayan banget karena anak-anak belajar secara mandiri sama ibu dan setor seminggu sekali ke guru ngajinya :D

Nah, ini adalah sedikit rangkumannya (dari seminar)... semoga bermanfaat juga bagi yang ingin menerapkan :
  1. Niat yang kuat, baik si ibu (pendampingnya) maupun si anak. Awalnya sulit juga membuat anak-anak punya niat kuat utk hafalan atau membaca qur'an. Ternyata Keni suka sekali melihat putri Dr. Sarmini memakai baju princess muslimah saat khataman, jadilah itu menjadi salah satu motivasi dan semangatnya. 
  2. Dimulai dengan yang mudah. Baik hafalan maupun bacaan, supaya anak merasa mampu dan bisa.
  3. Dimulai dari apa yang anak-anak sudah mampu, tak perlu dipaksakan karena bisa jadi anak tidak mampu karena faktor fisiologis (misalkan lidahnya)
  4. Nah, yang susah harus dipermudah, misalkan mengucap huruf jangan perkenalkan nama huruf tapi langsung ajarkan bunyi suku katanya (a ba ta, bukan alif ba ta'), mengenal bunyi huruf juga harus dari yang mudah tidak perlu selalu mengikuti urutan huruf yang biasanya digunakan.
  5. Yang lebih susah harus dikondisikan dan suasana hatinya disenangkan. Kemas belajar Qu'ran itu senang agar menjadi kenangan indah buat si anak. Misalkan ajak baca Qur'an di taman, baca sambil digendong.
  6. Hargai prosesnya, jangan hanya lihat hasilnya. Puji dan semangati! Salah satu hambatan adalah orang tua yang kurang sabar juga selalu melihat progres anak lain.
  7. Perbanyak reward minimalkan punishment. Setelah hafal Al-Balad Adit minta lego hehehe... Keni dapat sepatu dan tas owl :D.
  8. Usahakan jangan sampai kosong, setiap hari selalu bersama qur'an meskipun hanya 15-30 menit. Tak perlu kaku waktunya, bisa saja diselingi waktu bermain anak.
  9. Ibu ikut hafalan bareng anak-anak :D maklum ibu baru insaf. Kadang anak-anak yang mbetulin hafalan Ibu, dan mereka malah senang bisa membantu Ibu menghafal :D
  10. Untuk memulai hafalan Adit dan Keni biasanya bergantian baca 1 ayat masing-masing (Qur'an terbuka). Setelah itu menyimak dari MP3 surat yang sama. Perlahan-lahan hafalannya meresap, karena anak-anak pada dasarnya seperti spons. Buktinya iklan saja gampang hafal :)) nah iklannya kita ganti MP3 surat-surat pendek. Setelah lumayan hafal dibaca saat sholat. Biasanya anak lebih cepat hafal kalau saat berjamaah dengan orang tua atau di masjid dibacakan surat yang sedang dihafalkannya.
Jangan lupa selalu berdoa dan mohon pertolongan Allah dalam membimbing anak-anak, bisa jadi ada masa sangat sulit membimbing anak-anak. Dr. Sarmini pun pernah mengalami kesulitan karena tipe tiap anak berbeda-beda, beliau bangun malam dan selalu mohon agar diberi kemudahan.


Ternyata beberapa catatan yang diberikan Dr. Sarmini prinsipnya sama dengan pembelajaran ramah anak :
  • Tidak ada anak yang bodoh, yang ada orang tua tidak pas mengajarkannya. Anak tersebut belum berhasil karena tidak menemukan guru yang tepat.
  • Setiap anak unik jadi cari metode yang sesuai.
  • Sertakan anak dalam membuat peraga
  • Beri kejutan-kejutan saat anak mencapai keberhasilan sekecil apapun.
  • Minimalisir hal-hal yang akan mengganggu hafalan anak.

Terima kasih Dr. Sarmini untuk buku dan sharingnya. Barakallah :)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

you might also like these stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...