HOMESCHOOLER Mom

Foto saya
a mom of homeschool twinnies (boy and girl), an ex architect, a lecturer, a crafter, and a children book's author and illustrator. loves drawing, crafting, illustrating, making pretty things..

Hi there...

Thanks so much for taking time out of your day to stop by my little space! i am happy to share my daily activities (homeschooling, green living, writing, ilustrating & crafting) and hope you enjoy it...

-Dini-

dkwardhani@yahoo.com



Tampilkan postingan dengan label adit dan keni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adit dan keni. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2017

Resensi CELOTEH KENI di media

Saat memulai mengumpulkan dan menyusun karya-karya Keni, tidak pernah terpikir akan bisa sejauh ini. Tidak ada yang lebih membahagiakan, daripada menularkan inspirasi. Semoga semangat buku sederhana #celotehkeni dapat sampai ke hati pembaca sekalian.

Berikut list link review buku Celoteh Keni :












Terimakasih tak terhingga untuk semua yang sudah membuat resensi buku ini. Juga semua respon dari para pembaca cilik yang sudah masuk ke inbox saya dan Keni.. Alhamdulillah..

DK. Wardhani
Stories and Illustrations by Kenia Dyanti


Rabu, 27 Juli 2016

-Membuat Jumputan Sederhana-

Ada yang pernah tahu jumputan? Ternyata mudah juga ya bikin jumputan, hanya celup-celup warna aja. Gara-gara ngebatik jadi browsing tentang jumputan.
Yang perlu dipersiapkan hanya :
Kain putih
Karet gelang
Pewarna (pake pewarna makanan seadanya di rumah)


Caranya juga sederhana. 
Siapkan kain, seukuran saputangan atau mau lebih besar juga bisa. Lalu, kainnya diiket pake karet gelang (lihat gambar). Setelahnya siapkan baskom-baskom isi air dicampur sama pewarna. Kemudian celupkan yang bagian tengah dulu ke warna yg diinginkan. Lalu diangin-angin. Ulangi lagi untuk ikatan yang lain. Jemur.

Setelah kering baru dibuka... Tarraaa...
Percampuran warnanya itu yang bikin jumputan menarik. Ternyata yang paling sulit bagi anak-anak adalah saat mengikat kain dengan karet gelang. Nguwer-nguwernya itu lho (halaaah bahasan :D). Kalau pakai pewarna makanan memang warna hasilnya lebih pastel dan guratan putih bekas ikatan kurang tampak. Tapi lebih aman lah untuk anak-anak.
Dengan jumputan anak-anak bisa belajar macam-macam mulai kapilaritas, warna primer, percampuran warna. Selain itu anak-anak jadi tahu juga tentang seni tekstil selain batik.
Belajar apa saja, dia mana saja ^^

Minggu, 01 Mei 2016

Membuat Miniatur Kota Sederhana

Awal beli anak-anak belum tertarik dengan mainan papercraft ini.Sepertinya karena agak rumit. Eh, setelah 1 tahun-an berlalu baru mereka menemukan keasikannya. 2-3 hari ini bikin prakarya gunting tempel yang kalau dirangkai bisa sebuah kota (kota-kotaan tentu saja).

Ternyata mereka baru tertarik setelah bisa membuat project ini secara mandiri tanpa banyak di bantu. Banyak ketrampilan motorik halus yang dilatih dari project ini (menggunting, menempel, mengukur), juga bekerjasama dalam tim (ini serunya anak kembar hehehe). Selain itu bisa juga pengenalan profesi yang ada di kota seperti arsitek, masinis, dll. Atau memberi pengalaman gimana sih mendesain kota, atau juga mengajak anak-anak melihat bagaimana kota yang baik dan ramah lingkungan itu. Ah, jadi panjang grin emotikon ternyata 1 mainan bisa multifungsi hehehe irit. Karena anak-anak sudah mau 8th dan kami menggunakan project based learning, membuat karya seperti ini menjadi salah satu cara anak-anak belajar secara mandiri.

Beberapa elemen mix and match dengan mainan yang lain, justru jadi membuat kreativitas berkembang. Lalu main drama-dramaan setelah jadi. Robot-robotan, mobil-mobilan juga princess-princessan bisa ikut main di kota 
Jadiii sabar ya, kalau anak belum tertarik sesuatu, kadang itu karena mereka belum siap. Bisa jadi emaknya yang kepengen bukan anaknya.

rin emotikon
Kok tiba-tiba inget bedagang bikin maket hehehe tongue emotikon maklum mantan maketor.
Btw, ini beli ya bukan jualan grin emotikon

Rabu, 23 Maret 2016

Mini Book By Keni


Assalamualaikum... selamat pagi...

Beberapa hari ini, Keni (7,5th) sibuk menyiapkan beberapa mini book, pembatas buku dan komiknya untuk mengisi Bazar di acara Seminar Komunitas Home Education Malang tgl 20 Maret. Selain menulis cerita, ngecat air, padu padan cover, juga pasang pernak-pernik pita dan hiasan-hiasan.

Mini book nya unik-unik lho judul-judulnya :

- Album Homeschooling ( 10 halaman A6) 
- Kamus Arab Bergambar ( 14 halaman A6) 
- Si Rubah Kecil Menabung ( 14 halaman A6)
- Kumpulan Komik Keni( 8 halaman A5, full color) 
- Si Kepik ( 6 halaman A6, full color)
- Komik Niat Ikhlas ( 8 halaman A6)
- Buat Komikmu sendiri ( 14 halaman A6)
- Ayo Menebali dan Mewarnai Benda ( 10 halaman A6)
- Buku Puzzle ( 10 halaman A6) - buku bisa dipotong menjadi puzzle
- Mewarnai Puzzle Hewan ( 10 halaman A6) 



Bahan :
  1. Kertas HVS A4 sebanyak 2-4 lembar
  2. Kertas tebal warna-warni untuk sampul
  3. Hiasan (kertas kado, selotif motif, renda dll(
  4. Pensil warna
  5. Strepler, selotip doubletape, cutter.
Cara membuatnya gampang banget :
Kertas HVS A4 kita lipat (2 x lipatan horisontal dan vertikal) sehingga menjadi ukuran A6. Potong dengan cutter. Tumpuk sebanyak 8-12 lembar (tergantung si anak). Setelah itu bisa di strepler (seperti menjilid buku).

Si anak bisa mengisi buku kecil itu dengan berbagai hal yang ia ingin tulis/gambar. 1 buku bisa 1 tema (misalkan cerita hewan/pengalaman atau apa saja). Setelah selesai diisi barulah disampul. Setelah itu diberi judul dan dihias.

Tarraaaa! jadi deh bukunya.







Semoga laris yaa Nak... aamiin grin emotikon

Senin, 21 Maret 2016

HS for Working Mom (Part 2) Keseharian HS

-KESEHARIAN HS-

Untuk keseharian, kami tidak ada jadwal tertentu. Yang kami lakukan adalah membagi sesi pagi dan sore.  Sampai saat ini kami masih mencari  yang pas untuk anak-anak. Anak-anak tetap melalui proses deschooling termasuk orang tuanya.

Secara garis besar, kegiatan bisa dibagi menjadi sesi pagi dan sesi sore. Setiap sesi ada rutin pagi dan rutin sore. Beberapa rutinitas penting diperlukan oleh anak-anak untuk membentuk pola dan menjadi acuan kegiatan keseharian mereka. Selain rutin itu mereka bisa memilih dan belajar untuk membuat rencana kegiatan mereka sendiri. 



Rutin pagi dan sore bisa terdiri dari rutinitas yang bisa membentuk pola keseharian anak seperti bangun pagi, sholat, mandi, olahraga, hafalan/tilawah, membantu ibu dalam urusan rumah. Rutin ini tentu sangat perlu disesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing.

Setelah rutin pagi itu anak-anak akan belajar 1-2 materi secara bebas, tergantung pilihan mereka namun di tulis apa yang dipelajari di tabel sebagai evaluasi harian. Kemudian sore harinya ada rutin sore. Pada malam hari, sepulang ortu dari kantor bisa ngobrol-ngobrol tentang kegiatan anak pada pagi dan sorenya atau bisa juga diselingi kegiatan lain yang penting ortu hadir untuk anak-anak di waktu-waktu yang memungkinkan. 

Nah, dengan menentukan core rutin pagi sore seperti itu kemudian orang tua memetakan di mana yang  harus involve langsung, di mana  bisa delegasikan, bagian mana yang anak bisa mandiri (tergantung usia anaknya). Karena HS bukan memindahkan sekolah ke rumah dan waktunya flexible sebenarnya bisa saja jam belajar dengan orang tua digeser sesuai jadwal ortu dan bisa saja dilakukan dimana saja (misalkan di mobil, di perjalanan dll). Itulah yang kami lakukan saat ini. 



Apakah semua berjalan selalu mulus tanpa konflik dan drama? tentu saja tidak :D Sampai saat ini pun masih terus berusaha untuk membangun kemandirian dan motivasi internal anak agar dengan/tanpa orang tua, mereka akan tetap tumbuh menjadi pembelajar.


Jiwa semua anak -apapun ras, strata, dan gendernya- selalu sedang menunggu untuk digugah. Dan sekali tergugah, mereka akan selamanya terbangun untuk mencintai pengetahuan dan kehidupan. Anak-anak yang seumur hidup mencintai proses belajar, yang belajar bukan demi imbalan pujian, gengsi, atau keuntungan materiil lainnya, melainkan terutama karena kegembiraan dalam belajar itu sendiri, akan tumbuh menjadi pribadi yang berwawasan luas penuh ide-ide besar dengan karakter luhur yang berangkat dari tertanamnya kebiasaan-kebiasaan baik...Tidakkah itu yang dicita-citakan oleh sistem pendidikan?-CINTA YANG BERPIKIR, hal. 5-

LESSON PLAN

Dari awal kami sepakat HS bukan memindahkan sekolah ke rumah. Jadi kami tidak berusaha menduplikasi sistem sekolah di rumah. Yang perlu dilakukan adalah fokuskan pada beberapa hal pokok yang disepakati dalam keluarga (materi-materi dasar apa saja yang perlu dikuasai anak-anak). Baru kemudian menentukan core-core skill apa saja yang kami ingin anak-anak kami kuasai.  Sisanya baru ditambah yang lain-lain yang sifatnya optional. 

Bagi keluarga seperti kami yang jadwal kerja ortu tidak sama setiap harinya, terkadang kami bergantian mendampingi anak-anak sesuai jadwal kami. Terkadang saya/suami punya waktu di pagi hari, terkadang siang, lain waktu saat sore/malam. Ternyata ini juga menguntungkan karena HS memiliki fleksibilitas yang bisa disesuaikan dengan kondisi tiap keluarga. 

Lesson Plan HS sangat fleksibel, dan HS tidak selalu worksheet atau mengerjakan lembaran-lembaran soal. Jadi apa pun bisa jadi bahan belajar. Learning not just studying. Ada kalanya anak-anak ikut ke tempat kerja, ada kalanya anak-anak saya titipkan temen sesama HS (inilah pentinganya komunitas/klub sesama HS), ada kalanya anak-anak berkegiatan dengan bapak, ada kalanya anak-anak mengerjakan sebuah project, ada kalanya mereka mandiri dengan inisiatif sendiri. Project based saat ini memang cukup pas untuk keluarga kami, sebab usia anak-anak memang sudah bisa mengerjakan project-project sederhana meskipun tentu saja tidak dilepas begitu saja. 

Sebagai contoh Project Pengamatan Cuaca.
Anak akan mengamati cuaca selama 1 minggu, itu juga pilihan mereka sendiri. Di pengamatan cuaca ini udah include membaca, berhitung suhu, latihan pengamatan, latihan menganalisis sederhana (misalkan jenis awan pagi hari itu sirrus/kumulus, dia harus lihat di buku), dia menandai kapan aja hujan turun dst. Dari segi aqidah kita masukkan bahwa hujan adalah karunia Allah, kemudian kita melafazkan doa turun hujan, sunnah-sunnah saat hujan, ayat-ayat tentang hujan dll (sebagai contoh). Nah, udah dapat banyak tho? Nanti, tinggal cek ricek saat pulang kantor dengan menanyakan kesulitannya, mengapresiasi proyeknya, mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang meng-encourage anak dst.

Terkadang ada hari tanpa lesson plan. Serius? Iyaaah. Kalau bosen kami fieldtrip atau jalan-jalan ketemu dengan teman-teman yang inspiratif, ke taman, perpustakaan kota atau bisa berkegiatan bebas saja. Ternyata seru juga.


Anak-anak memang perlu tahu kalau orang tuanya bekerja, untuk itulah saya mengajak mereka ke tempat kerja, sekali-sekali tentunya dengan ijin atasan. Anak saya memang alhamdulillah HS nya usia 7th jadi sudah bisa dilepas dengan metode project based tadi. Sekali-sekali worksheet. Sekali-sekali belajar dengan internet (duolinggo, education.com, scratch dll) sebagai variasi.

SEDIKIT TIPS
Nah apa yang bisa dilakukan jika orang tua bekerja sembari menjalankan HS :

  1. Ajak anak ke kantor (dengan seijin atasan dan rekan kerja).
  2. Berbagi peran antara kedua orang tua, termasuk mengatur shift antara suami/istri.
  3. Pendelegasian dengan art yang amanah (ini agak sulit kecuali anak sudah tamyiz)
  4. Meminta bantuan ke komunitas/teman sesama hs-ers, ada baiknya jika komunitas memiliki klub untuk anak-anak HS.
  5. Mendekatkan jarak rumah ke tempat kerja.
  6. Menjadi freelance.
  7. Mengatur ulang prioritas dalam keluarga.
  8. Meminta bantuan nenek/kakek jika memungkinkan (hanya jika nenek/kake sevisi dalam hal ini).
  9. Memberikan anak opsi apa yang akan dikerjakan hari ini (semacam cek list), ini juga akan membuat mereka bisa mengukur target dan pencapaian mereka sendiri.
  10. Bisa juga berbasis mengerjakan sebuah proyek dalam jangka waktu tertentu (untuk anak yang sudah bisa mandiri).
  11. Ibu/Bapak menyiapkan apa yang akan diberikan ke anak malam sebelumnya.
  12. Mengurangi jam tidur ibu (saya yang ngga mampu).
  13. Berkegiatan bersama anak (ini biasanya saya lakukan saat mengerjakan naskah/ ilustrasi buku cerita, mereka bikin komik atau baca buku).

Sekali lagi apa yang pas dan cocok untuk satu keluarga belum tentu bisa berlaku untuk keluarga lain. So, temukan apa yang paling nyaman untuk kelurga kita.






Minggu, 20 Maret 2016

HS for Working Mom (part 1) Menguatkan Niat

-MENGUATKAN NIAT-

Saya seorang ibu bekerja dengan 2 anak yang saat ini menjalani Home Schooling. Sehari-hari saya adalah PNS Dosen di sebuah PTN di Malang, dan di waktu luang saya menulis dan mengilustrasikan buku cerita anak. Suami saya bekerja di luar kota, tapi setiap hari pulang karena komitmen tidak ingin berjauhan dengan keluarga. Saya sering sekali mendapat curhatan teman-teman
  •         Pengen sih pengen HS, tapi aku kan ibu bekerja
  •         Gimana HS bisa jalan kalau ortunya pada kerja?
  •         Ngatur waktunya gimana?
  •         Kurikulumnya gimana?
  •         Bagaimana HS efektif pada orangtua yang keduanya bekerja?

Yah, memang dilematis ya kalau orang tua keduanya bekerja tapi ingin menjalankan HS pastilah maju mundur cantik. Awal yang harus kita lakukan adalah mengenali pilihan hidup yang kita jalani dalam keluarga inti. Suami dan istri berbagi visi dan duduk bersama membicarakan apa sih yang kita inginkan dari masa anak-anak kita? Berikut ini adalah daftar perenungan yang mungkin bisa bermanfaat dalam merumuskan visi misi keluarga. Saya mendapatkan ini saat sharing dengan Mom Deasi Pedersen.

BAHAN PERENUNGAN SUAMI dan ISTRI
Mengapa kita perlu melakukan pendidikan rumah (diskusikan bersama antara suami/istri)
1. Apa saja keuntungan/kelebihan pendidikan rumah untuk keluarga?
• Spiritual
• Karakter
• Akademik
• Sosial
• Hubungan Keluarga
2. Apa saja kekurangan Home Education dan bagaimana kita bisa mengatasinya?
• Spiritual
• Karakter
• Akademik
• Sosial
• Keluarga
3. Generasi seperti apa yang kita inginkan?
• Mental
• Fisik
• Spiritual
• Sosial (dengan sesama)
4. Apakah tujuan utama kita mendidik anak-anak saat mereka baligh/mukkalaf?
5. Bagaimana kita dapat melakukan pendidikan berbasis rumah sebagai bentuk ibadah, penyembahan kepada Allah? dan juga memenuhi tujuan penciptaan kita sebagai manusia
Penting bagi pasangan untuk menyamakan visi misi keluarga, agar HS yang dijalankan sesuai koridor dan antara ayah dan ibu saling menguatkan. 

Sebelum Memulai HomeSchooling

Sebelum memulai HS, sebaiknya sekeluarga diskusi panjang lebar terlebih dahulu untuk menyamakan visi-misi keluarga. Paling tidak ada beberapa hal yang menjadi bahan diskusi:
  • Ingin terlibat dalam pendidikan anak-anak , yang semoga itu bernilai ibadah bagi orang tua mereka. Kami menyadari saat anak-anak masih di TK gurunya lah yang lebih banyak berperan mulai dari mengajarkan sholat, doa, dll.
  • Kurikulum yang ada di sekolah formal masih belum pas dengan apa yang menjadi cita-cita keluarga. Ya anak-anak sempat bersekolah formal selama 1 tahun dan 1 tahun itu cukup membuka mata kami mengenai kondisi dan sistem sekolah formal di negeri ini.
  • Kami mendambakan anak-anak bisa mempelajari hal-hal mendasar yang merupakan fardhu ain bagi setiap muslim dengan baik, juga tumbuh dengan karakter muslim.
  • Tidak kami pungkiri anak-anak memiliki pendekatan belajar yang berbeda, minat,motivasi dan gaya masing-masing. Sekolah tentu tidak bisa menaruh perhatian yang cukup detail untuk setiap anak secara optimal. 
  • Kami juga ingin agar anak-anak tergugah untuk mencintai pengetahuan dan kehidupan. Anak-anak yang seumur hidup mencintai proses belajar, yang belajar bukan demi imbalan pujian, gengsi, atau keuntungan materiil lainnya, melainkan terutama karena kegembiraan dalam belajar itu sendiri, akan tumbuh menjadi pribadi yang berwawasan luas penuh ide-ide besar dengan karakter luhur yang berangkat dari tertanamnya kebiasaan-kebiasaan baik...
Alasan tiap keluarga bisa sangat spesifik dan berbeda, bahkan bisa jadi tidak ada satu keluarga HS pun yang punya alasan yang sama dan itu sangat wajar.


Kami ingin melepaskan diri dari ketergantungan pada nilai, angka, transkrip dan sejenisnya, seolah-olah semua itu adalah ukuran paten kecerdasan atau jaminan kesuksesan. Apa gunanya lembar ijazah bertabur nilai-nilai menakjubkan jika setelah lulus pun anak tidak tahu bidang apa yang ia minati? Lebih penting memastikan bahwa anak menjadi pembelajar mandiri, seseorang yang memiliki persahabatan yang menyenangkan dan akrab dengan pengetahuan. Itulah jenis relasi yang akan memberinya kecintaan serta kegembiraan untuk terus belajar sepanjang hayat. 
-CINTA YANG BERPIKIR (Elen Kristi), hal. 67-

(Disclaimer: setiap keluarga adalah unik, apa yang pas dan cocok untuk 1 keluarga belum tentu cocok untuk keluarga lain. )

bersambung ke part 2 tentang keseharian HS 


Sabtu, 30 Januari 2016

Ngapain Aja Sih Kalau Homeschooling?

Kami sering ditanya....

Gak sekolah?
Homeschooling di mana?
Ngapain aja kalau homeschooling?

Kenapa suka homeschooling daripada sekolah?

Temukan jawabannya di sini ya....
Ini adalah video dokumentasi kegiatan kami bersama teman-teman klub pemberi ^^b



Selasa, 25 Agustus 2015

-Bikin Kota Sederhana ala Radit & Keni-

Belajar ngga harus mahal, ngga harus ribet, ngga harus yang susah-susah ^^ tapi belajar harus menantang dan juga menyenangkan.
Selama 2 hari ini anak-anak utak atik MS Visio 2007.

Eh apaan itu Visio? Visio ituuu temennya MS Word, MS Powerpoint, MS Excel jadiiii masih satu keluarga MS OFFICE grin emotikon
Biasanya kalau install MS Officenya lengkap pasti ada Visio.
Kebetulan di Visio ada banyak sekali template mulai bikin 3D kota, interior, instalasi listrik, diagram, jadwal harian dan lain lain. Anak-anak bisa lho menggunakannya karena icon-iconnya sudah tersedia sehingga mereka tinggal assembly saja.
Nah, sisi kreatifnya tentunya pada saat mereka memadumadankan berbagai icon sehingga jika dirangkai bisa menghasikan sebuah kota meskipun sederhana. Anak-anak bisa belajar tentang skala, lingkungan, elemen kota, pengelempokan benda dan banyak lagi.
Buat kami ini alternatif yang menyenangkan selain minecraft, soalnya minecraft nagih banget dan spek komputernya harus tinggi (RAM dan VGA cardnya). Kalau visio filenya kecil dan softwarenya juga ringan.
Btw, mana yang karya Radit mana yang karya Keni ya? bisa nebak ngga?grin emotikon







Sabtu, 15 Agustus 2015

EnsikloKeni (Ensiklopedi ala Keni)

-EnsikloKeni-
(Membuat ensiklopedia mini bersama anak-anak)
Anak-anak suka banget corat-coret tak jelas?? (bahasa sundanya teu puguh). Hehehe kata kita aja kali ga jelas, kata anak anak jelas banget ;D
Dulu Keni juga begitu, random... apa aja, kapan saja, dimana saja... eh lama lama dia suka bikin klasifikasi...jadilah muncul ide ini
Yuk coba kita ajak anak-anak bersenang-senang membuat ensiklopedi mini..
Yang ini Ensiklopedi buatan Keni jadi namanya EnsikloKeni hihihi
caranya :
1. sediakan kertas gambar
2. ibu tuliskan judulnya saja, yang menarik anak, misalkan sayur segar
3. minta anak menggambar macam-macam sayur segar menurutnya
4. beri tulisan, sekalian berlatih menulis bisa berbahasa indonesia atau inggris
5. minta anak membuat tema sendiri, terutama tema-tema yang erat dengan keseharian anak. misalkan kenali dirimu, sekolahmu, makanan favoritmu, dan lainnya
6. boleh diwarna boleh juga tidak
7. jangan lupa dikumpulkan ya
8. boleh di jilid jadi satu
9. simpan di perpustakaan rumah ^^





Manfaatnya banyak lho:
A. Mengenal klasifikasi benda
B. Hobby corat coret tersalurkan
C. Koleksi kosakata
D. Belajar menulis dengan menyenangkan
E. Mengisi perpustakaan pribadi
F. Belajar secara mandiri
Anak senang, ibu riang ^^
yuk bikin ensiklopedimu sendiri!





Jumat, 07 Agustus 2015

Tips Membuat Video Cerita Bergambar ala Keni dan Adit

2 hari ini... Keni, Radit dan Ibu bareng-bareng belajar membuat video dari picture book buatan Keni. Kita utak atik bareng, googling sana-sini karena ini baru pertama kali kita bikin video dari powerpoint.

Tarraaa.... ini dia hasilnya ^^ Not bad at all.


Cara bikinnya gampang :
1. Masukkan gambar pada powerpoint.
2. Beri animasi yang sesuai.
3. Insert sound, pastikan pas dengan film yang dibuat.
4. Save sebagai powerpoint slide show.
5. Convert file pps menjadi video menggunakan software gratis Leawo atau bisa juga menggunakan authorstream.
6. Siap di upload di youtube deh!

Pohon Persahabatan - Friendship Tree
by Keni and Radit (7th)



Buku Baru si Rubah Kecil - Little Foxie's New Book
by Keni and Radit (7th)


https://youtu.be/GHvKunvwGLk
Album lego Adit

https://www.youtube.com/watch?v=YzK6Jxa-YGc

Pesta Buah
karya Keni (7th)

https://www.youtube.com/watch?v=WuiPpy-l8xM



Anak-anak tentu senang. Keni senang karena gambar-gambarnya bisa jadi video bergerak. Adit senang karena hobbynya tersalurakan, bisa utak-atik sesuatu menggunakan laptop.
Ibu seneng banget karena jadi ngga mati gaya saat libur lebaran.

Selamat mencoba... dan selamat menonton ^^b semoga bisa jadi teman perjalanan selama mudik..




you might also like these stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...