HOMESCHOOLER Mom

Foto saya
a mom of homeschool twinnies (boy and girl), an ex architect, a lecturer, a crafter, and a children book's author and illustrator. loves drawing, crafting, illustrating, making pretty things..

Hi there...

Thanks so much for taking time out of your day to stop by my little space! i am happy to share my daily activities (homeschooling, green living, writing, ilustrating & crafting) and hope you enjoy it...

-Dini-

dkwardhani@yahoo.com



Tampilkan postingan dengan label homeschooling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label homeschooling. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2017

Resensi CELOTEH KENI di media

Saat memulai mengumpulkan dan menyusun karya-karya Keni, tidak pernah terpikir akan bisa sejauh ini. Tidak ada yang lebih membahagiakan, daripada menularkan inspirasi. Semoga semangat buku sederhana #celotehkeni dapat sampai ke hati pembaca sekalian.

Berikut list link review buku Celoteh Keni :












Terimakasih tak terhingga untuk semua yang sudah membuat resensi buku ini. Juga semua respon dari para pembaca cilik yang sudah masuk ke inbox saya dan Keni.. Alhamdulillah..

DK. Wardhani
Stories and Illustrations by Kenia Dyanti


Sabtu, 10 Desember 2016

Nature Journaling By Keni

Hai...
Setelah membaca buku "Cinta Yang Berpikir" karya mbak Ellen Kristi, dan juga setelah mengamati kegiatan Fair membuat Nature Journal setelah rutin jalan-jalan di alam, kami pun jadi tergerak untuk ikut mencobanya...

Benar kiranya jika kita banyak berinteraksi di alam kita akan lebih peka dan terikat pada alam, juga bisa menemukan banyak hal. Alam menjanjikan banyak rahasia untuk diungkap, misteri untuk ditelusuri.

Yang ingin membuat juga silakan gunakan #maindiluar #maindialam #playoutside #naturejournal #naturejournaling #learnfromnature



 



Salam, 



Sabtu, 30 Juli 2016

Menjelajah Ekowisata Hutan Mangrove Wonorejo, Surabaya

Melihat langsung alam liar. Bertemu biawak, berbagai jenis burung, dan kepiting rawa-rawa. Menyusuri muara dengan kapal sampai ke laut lepas, sangat seru.
Sangat disayangkan, banyak sekali sampah di sini  berbagai plastik, diapers, tissue, botol air kemasan dan lain-lain.

Plastik bisa rapuh dan membentuk micro plastic yang akhirnya tak sengaja akan dimakan/ditelan oleh hewan-hewan di perairan.


Fieldtrip Ke Tumpang

Ini kali kedua main ke Tumpang, ke rumah Bu Luluk Hidayah.Kalau yang pertama dulu kegiatannya nyemplung kali, yang kedua ini kegiatannya main sama ayam dan panen jagung.




Alhamdulillah jagungnya sudah direbus. Aseli wuenaaaak, manis dan seger. Jagung panenan sendiri memang terasa lebih enak ya.

Belajar langsung dari alam itu memberi pengalaman tersendiri. Terima kasih Bu Luluk dan tante Sari Rarasati untuk hari yang menyenangkan dan seru ini.
Next, fieldtrip kemana lagi kita? 

Kamis, 28 Juli 2016

Museum Malang Tempo Doeloe

Baru sempat mengunjungi museum ini sekarang. Ternyata Malang punya museum yang keren banget. Barengan dengan teman-teman HS-ers Surabaya.

Buka tiap hari, mulai jam 08.30-17.00. Museum ini menyimpan beragam koleksi mulai jaman prasejarah, berdirinya kerajaan kanjuruhan, penjajahan hingga berdirinya Kota Malang (peresmian tugu) tahun 1953.
Sebenarnya seru banget mengunjungi museum ini, banyak informasi menarik. Tapi kalau bawa anak-anak dalam rombongan, mas guide agak kewalahan hehehe.. maklum baru dijelasin anak-anak sudah berlarian kesana kemari.


Ini rinciannya per ruangan menurut catatan Raditya Ardi :

R1. Ruang fosil
R2. Gambaran sungai Brantas
R3. Prasasti
R4. Rempah dan peralatan dapur
R5. Alat Pemintal
R6. Arsip
R7. Sejarah perencanaan Kota Malang
R8. Raja-raja Majapahit
R9. Jaman Jepang
R10. Bung Karno
R11. Ruang Pasar Malam


Tempat paling menarik buat ibu ya bagian Perencanaan Kota Malang, penjelasan tentang Bowplan, arsip-arsip peta Kota Malang juga sejarah mata uang. Kalau buat anak-anak yang asik ya bagian akhir yang pasar malem hehehe...
Ada beberapa kegiatan yang bisa diikuti anak-anak, antara lain membatik, melukis topeng, dan membuat gerabah. Tapi harus konfirmasi dulu.
Yang belum ke sini, hayuuuk mampir..
Di jl. Gajahmada,
sebelah resto INGGIL
MALANG


Rabu, 27 Juli 2016

Sahabat Pena Radit

Beberapa waktu lalu saya mengirim sesuatu di Indonesian Homeschooling Network yang kurang lebih berisi :
Teman-teman, putra saya usia 8th sedang mencari sahabat pena sesama homeschooler, karena di kota kami yang HS laki-laki agak jarang. Apakah putra teman-teman ada yang juga berusia 8th? Mungkin bersedia berkorespondensi dengan Radit.Terima kasih.

Alhamdulillah ternyata cukup banyak yang merespon, dan akhirnya Radit pun mengirim beberapa surat yang ia tulis sendiri.

Keseruan hari ini adalah menerima balasan surat dari sahabat pena Radit nun jauh di Pulau Karimun yang juga sesama homeschooler. Tidak menyangka akan dapat teman dari tempat yang tak terbanyangkan sebelumnya.



Ada banyak cara berteman dan bersahabat, salah salah satunya dengan berkorespondensi. Selain berlatih menulis (anak cowok gitu lho), juga mengenal teman dari tempat dan budaya berbeda. Ini adalah pengalaman baru yang seru.
 

Terima kasih mbak Annisa Kurnia Tee juga ibu-ibu lain sudah menfasilitasi pertemanan baru ini. Untuk yang lain sabar ya, satu per satu akan dikirimi surat ya. Semoga bisa berlanjut ya.

-Membuat Jumputan Sederhana-

Ada yang pernah tahu jumputan? Ternyata mudah juga ya bikin jumputan, hanya celup-celup warna aja. Gara-gara ngebatik jadi browsing tentang jumputan.
Yang perlu dipersiapkan hanya :
Kain putih
Karet gelang
Pewarna (pake pewarna makanan seadanya di rumah)


Caranya juga sederhana. 
Siapkan kain, seukuran saputangan atau mau lebih besar juga bisa. Lalu, kainnya diiket pake karet gelang (lihat gambar). Setelahnya siapkan baskom-baskom isi air dicampur sama pewarna. Kemudian celupkan yang bagian tengah dulu ke warna yg diinginkan. Lalu diangin-angin. Ulangi lagi untuk ikatan yang lain. Jemur.

Setelah kering baru dibuka... Tarraaa...
Percampuran warnanya itu yang bikin jumputan menarik. Ternyata yang paling sulit bagi anak-anak adalah saat mengikat kain dengan karet gelang. Nguwer-nguwernya itu lho (halaaah bahasan :D). Kalau pakai pewarna makanan memang warna hasilnya lebih pastel dan guratan putih bekas ikatan kurang tampak. Tapi lebih aman lah untuk anak-anak.
Dengan jumputan anak-anak bisa belajar macam-macam mulai kapilaritas, warna primer, percampuran warna. Selain itu anak-anak jadi tahu juga tentang seni tekstil selain batik.
Belajar apa saja, dia mana saja ^^

Selasa, 26 Juli 2016

-Belajar Membatik-

Alhamdulillah, kesampaian juga akhirnya bisa ngajakin anak-anak belajar membatik. Setelah browsing sana-sini akhirnya nemu tempat kursus yang nyaman dan ramah anak.
Langkahnya dimulai dengan menyiapkan kain, membuat pola, kemudian melelehkan malam (lilin).

Yang paling sulit adalah saat mulai menyanthing. Ada teknik tertentu yang harus diikuti. Anak-anak awalnya takut dan kagok, tapi lama-lama mereka seneng dan mulai luwes menutup pola dengan malam, pakai canthing. 

Proses berikutnya, obyek dikuasin warna, kemudian dijemur. Setelah kering, warna objek diblok dengan malam lagi, istilahnya ditembok. Setelah ditembok, baru dicelup warna background, terakhir dilorod. Lorod adalah proses meluruhkan malam dg cara direbus.

1 kain batik sepanjang 2,5 meter bisa menghabiskan waktu 3 minggu lhooo. Waah... lama sekali ya. Pantas saja harganya mahal.

Bagi yang ingin tahu lebih banyak, atau mencari batik khas malang an, langsung aja datang ke :
Batik Blimbing Malang
Jl. Candi Jago no 6
(belakang masjid Sabilillah)
Malang
http://batikblimbingmalang.blogspot.co.id/
Belajar bisa dimana aja, kapan aja dan siapa saja. Senangnya ^^

Jumat, 22 Juli 2016

Nature Walk di Hutan Malabar

Pagi-pagi anak-anak Klub Pemberi (pembelajar mandiri) nature walk alias jalan-jalan di Hutan Kota Malabar. Asik pagi-pagi udara seger, hutan sepiiii. Yeaaay!

Belajar ala Toto Chan lagi. Yang perempuan pada rajin nyatetin jenis pohon dari papan informasi. Yang laki-laki hunting buah, daun dan lomba lari. Yang batita pada sibuk ngemil, baca buku, gambar-gambar. Memang beda ya anak perempuan dan laki-laki hehehe...
Nemu tupai dan beberapa jenis burung. Lihat reservoir kota. Ada rumah kompos juga. Semoga ya hutan kota ini tetap terpelihara dan tidak berganti menjadi fungsi lain. Akhirnya sebelum berpisah main petak umpet dulu, daaan.... ada yang ngga rela diajak pulang.
Sebagai pelengkap pembelajaran mampir dulu ke Pasar Modern Oro-oro Dowo. Pasar tradisional yang dulu gelap, becek sekarang cling, lapang, rapi dan nyaman untuk belanja. Ada pembagian zona jualan juga. Keren deh!
Ah, senangnya belajar bersama!
Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.
Kapan kita playdate lagi?

Senin, 18 Juli 2016

Belajar ala Toto Chan

-Mencoba belajar ala Toto Chan-
Pagi-pagi anak-anak sudah nanya tentang bagaimana hewan dikelompokkan, akhirnya kita diskusi tentang ciri-ciri hewan dan lanjut ngobrolin tentang serangga. Anak-anak rame-rame menggambar semua serangga yang mereka tahu. 

Setelahnya, buka buku tentang serangga. Favorit anak-anak bukunya Tony Wolf "Alam Kehidupan" dan "Lingkungan", beli seken di Komunitas HalamanMoeka dan Lapak Koalisi Cinta Buku. Anak-anak lihat lagi ciri-ciri serangga mulai jumlah kaki, mulut, mata, badan, dan lainnya.


Truuus yang mereka seneng tentunya boleh ke taman kompleks untuk mencari, mengamati dan mencatat serangga yang ada di taman. Bisa pakai kamera, dan catatan. Anak-anak menemukan berbagai hal saat "hunting" getah pohon, jamur, sarang semut, kempompong dan lainnya.
Bisa ditambahin juga ngisi teka-teki silang tema serangga ^^ juga diselingi baca hadist tentang lalat yang nyemplung di gelas minum. Mungkin ditambah sedikit prakarya tentang serangga seru juga. Atau tambahin kisah tentang semut dan Nabi Sulaiman, atau surat An-Nahl juga.

Belajar itu menyenangkan, bisa dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja ^^
Kapan-kapan CBE sama teman-teman HS ers lain. InsyaAllah.

Minggu, 01 Mei 2016

Membuat Miniatur Kota Sederhana

Awal beli anak-anak belum tertarik dengan mainan papercraft ini.Sepertinya karena agak rumit. Eh, setelah 1 tahun-an berlalu baru mereka menemukan keasikannya. 2-3 hari ini bikin prakarya gunting tempel yang kalau dirangkai bisa sebuah kota (kota-kotaan tentu saja).

Ternyata mereka baru tertarik setelah bisa membuat project ini secara mandiri tanpa banyak di bantu. Banyak ketrampilan motorik halus yang dilatih dari project ini (menggunting, menempel, mengukur), juga bekerjasama dalam tim (ini serunya anak kembar hehehe). Selain itu bisa juga pengenalan profesi yang ada di kota seperti arsitek, masinis, dll. Atau memberi pengalaman gimana sih mendesain kota, atau juga mengajak anak-anak melihat bagaimana kota yang baik dan ramah lingkungan itu. Ah, jadi panjang grin emotikon ternyata 1 mainan bisa multifungsi hehehe irit. Karena anak-anak sudah mau 8th dan kami menggunakan project based learning, membuat karya seperti ini menjadi salah satu cara anak-anak belajar secara mandiri.

Beberapa elemen mix and match dengan mainan yang lain, justru jadi membuat kreativitas berkembang. Lalu main drama-dramaan setelah jadi. Robot-robotan, mobil-mobilan juga princess-princessan bisa ikut main di kota 
Jadiii sabar ya, kalau anak belum tertarik sesuatu, kadang itu karena mereka belum siap. Bisa jadi emaknya yang kepengen bukan anaknya.

rin emotikon
Kok tiba-tiba inget bedagang bikin maket hehehe tongue emotikon maklum mantan maketor.
Btw, ini beli ya bukan jualan grin emotikon

Rabu, 23 Maret 2016

Mini Book By Keni


Assalamualaikum... selamat pagi...

Beberapa hari ini, Keni (7,5th) sibuk menyiapkan beberapa mini book, pembatas buku dan komiknya untuk mengisi Bazar di acara Seminar Komunitas Home Education Malang tgl 20 Maret. Selain menulis cerita, ngecat air, padu padan cover, juga pasang pernak-pernik pita dan hiasan-hiasan.

Mini book nya unik-unik lho judul-judulnya :

- Album Homeschooling ( 10 halaman A6) 
- Kamus Arab Bergambar ( 14 halaman A6) 
- Si Rubah Kecil Menabung ( 14 halaman A6)
- Kumpulan Komik Keni( 8 halaman A5, full color) 
- Si Kepik ( 6 halaman A6, full color)
- Komik Niat Ikhlas ( 8 halaman A6)
- Buat Komikmu sendiri ( 14 halaman A6)
- Ayo Menebali dan Mewarnai Benda ( 10 halaman A6)
- Buku Puzzle ( 10 halaman A6) - buku bisa dipotong menjadi puzzle
- Mewarnai Puzzle Hewan ( 10 halaman A6) 



Bahan :
  1. Kertas HVS A4 sebanyak 2-4 lembar
  2. Kertas tebal warna-warni untuk sampul
  3. Hiasan (kertas kado, selotif motif, renda dll(
  4. Pensil warna
  5. Strepler, selotip doubletape, cutter.
Cara membuatnya gampang banget :
Kertas HVS A4 kita lipat (2 x lipatan horisontal dan vertikal) sehingga menjadi ukuran A6. Potong dengan cutter. Tumpuk sebanyak 8-12 lembar (tergantung si anak). Setelah itu bisa di strepler (seperti menjilid buku).

Si anak bisa mengisi buku kecil itu dengan berbagai hal yang ia ingin tulis/gambar. 1 buku bisa 1 tema (misalkan cerita hewan/pengalaman atau apa saja). Setelah selesai diisi barulah disampul. Setelah itu diberi judul dan dihias.

Tarraaaa! jadi deh bukunya.







Semoga laris yaa Nak... aamiin grin emotikon

Senin, 21 Maret 2016

HS for Working Mom (Part 2) Keseharian HS

-KESEHARIAN HS-

Untuk keseharian, kami tidak ada jadwal tertentu. Yang kami lakukan adalah membagi sesi pagi dan sore.  Sampai saat ini kami masih mencari  yang pas untuk anak-anak. Anak-anak tetap melalui proses deschooling termasuk orang tuanya.

Secara garis besar, kegiatan bisa dibagi menjadi sesi pagi dan sesi sore. Setiap sesi ada rutin pagi dan rutin sore. Beberapa rutinitas penting diperlukan oleh anak-anak untuk membentuk pola dan menjadi acuan kegiatan keseharian mereka. Selain rutin itu mereka bisa memilih dan belajar untuk membuat rencana kegiatan mereka sendiri. 



Rutin pagi dan sore bisa terdiri dari rutinitas yang bisa membentuk pola keseharian anak seperti bangun pagi, sholat, mandi, olahraga, hafalan/tilawah, membantu ibu dalam urusan rumah. Rutin ini tentu sangat perlu disesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing.

Setelah rutin pagi itu anak-anak akan belajar 1-2 materi secara bebas, tergantung pilihan mereka namun di tulis apa yang dipelajari di tabel sebagai evaluasi harian. Kemudian sore harinya ada rutin sore. Pada malam hari, sepulang ortu dari kantor bisa ngobrol-ngobrol tentang kegiatan anak pada pagi dan sorenya atau bisa juga diselingi kegiatan lain yang penting ortu hadir untuk anak-anak di waktu-waktu yang memungkinkan. 

Nah, dengan menentukan core rutin pagi sore seperti itu kemudian orang tua memetakan di mana yang  harus involve langsung, di mana  bisa delegasikan, bagian mana yang anak bisa mandiri (tergantung usia anaknya). Karena HS bukan memindahkan sekolah ke rumah dan waktunya flexible sebenarnya bisa saja jam belajar dengan orang tua digeser sesuai jadwal ortu dan bisa saja dilakukan dimana saja (misalkan di mobil, di perjalanan dll). Itulah yang kami lakukan saat ini. 



Apakah semua berjalan selalu mulus tanpa konflik dan drama? tentu saja tidak :D Sampai saat ini pun masih terus berusaha untuk membangun kemandirian dan motivasi internal anak agar dengan/tanpa orang tua, mereka akan tetap tumbuh menjadi pembelajar.


Jiwa semua anak -apapun ras, strata, dan gendernya- selalu sedang menunggu untuk digugah. Dan sekali tergugah, mereka akan selamanya terbangun untuk mencintai pengetahuan dan kehidupan. Anak-anak yang seumur hidup mencintai proses belajar, yang belajar bukan demi imbalan pujian, gengsi, atau keuntungan materiil lainnya, melainkan terutama karena kegembiraan dalam belajar itu sendiri, akan tumbuh menjadi pribadi yang berwawasan luas penuh ide-ide besar dengan karakter luhur yang berangkat dari tertanamnya kebiasaan-kebiasaan baik...Tidakkah itu yang dicita-citakan oleh sistem pendidikan?-CINTA YANG BERPIKIR, hal. 5-

LESSON PLAN

Dari awal kami sepakat HS bukan memindahkan sekolah ke rumah. Jadi kami tidak berusaha menduplikasi sistem sekolah di rumah. Yang perlu dilakukan adalah fokuskan pada beberapa hal pokok yang disepakati dalam keluarga (materi-materi dasar apa saja yang perlu dikuasai anak-anak). Baru kemudian menentukan core-core skill apa saja yang kami ingin anak-anak kami kuasai.  Sisanya baru ditambah yang lain-lain yang sifatnya optional. 

Bagi keluarga seperti kami yang jadwal kerja ortu tidak sama setiap harinya, terkadang kami bergantian mendampingi anak-anak sesuai jadwal kami. Terkadang saya/suami punya waktu di pagi hari, terkadang siang, lain waktu saat sore/malam. Ternyata ini juga menguntungkan karena HS memiliki fleksibilitas yang bisa disesuaikan dengan kondisi tiap keluarga. 

Lesson Plan HS sangat fleksibel, dan HS tidak selalu worksheet atau mengerjakan lembaran-lembaran soal. Jadi apa pun bisa jadi bahan belajar. Learning not just studying. Ada kalanya anak-anak ikut ke tempat kerja, ada kalanya anak-anak saya titipkan temen sesama HS (inilah pentinganya komunitas/klub sesama HS), ada kalanya anak-anak berkegiatan dengan bapak, ada kalanya anak-anak mengerjakan sebuah project, ada kalanya mereka mandiri dengan inisiatif sendiri. Project based saat ini memang cukup pas untuk keluarga kami, sebab usia anak-anak memang sudah bisa mengerjakan project-project sederhana meskipun tentu saja tidak dilepas begitu saja. 

Sebagai contoh Project Pengamatan Cuaca.
Anak akan mengamati cuaca selama 1 minggu, itu juga pilihan mereka sendiri. Di pengamatan cuaca ini udah include membaca, berhitung suhu, latihan pengamatan, latihan menganalisis sederhana (misalkan jenis awan pagi hari itu sirrus/kumulus, dia harus lihat di buku), dia menandai kapan aja hujan turun dst. Dari segi aqidah kita masukkan bahwa hujan adalah karunia Allah, kemudian kita melafazkan doa turun hujan, sunnah-sunnah saat hujan, ayat-ayat tentang hujan dll (sebagai contoh). Nah, udah dapat banyak tho? Nanti, tinggal cek ricek saat pulang kantor dengan menanyakan kesulitannya, mengapresiasi proyeknya, mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang meng-encourage anak dst.

Terkadang ada hari tanpa lesson plan. Serius? Iyaaah. Kalau bosen kami fieldtrip atau jalan-jalan ketemu dengan teman-teman yang inspiratif, ke taman, perpustakaan kota atau bisa berkegiatan bebas saja. Ternyata seru juga.


Anak-anak memang perlu tahu kalau orang tuanya bekerja, untuk itulah saya mengajak mereka ke tempat kerja, sekali-sekali tentunya dengan ijin atasan. Anak saya memang alhamdulillah HS nya usia 7th jadi sudah bisa dilepas dengan metode project based tadi. Sekali-sekali worksheet. Sekali-sekali belajar dengan internet (duolinggo, education.com, scratch dll) sebagai variasi.

SEDIKIT TIPS
Nah apa yang bisa dilakukan jika orang tua bekerja sembari menjalankan HS :

  1. Ajak anak ke kantor (dengan seijin atasan dan rekan kerja).
  2. Berbagi peran antara kedua orang tua, termasuk mengatur shift antara suami/istri.
  3. Pendelegasian dengan art yang amanah (ini agak sulit kecuali anak sudah tamyiz)
  4. Meminta bantuan ke komunitas/teman sesama hs-ers, ada baiknya jika komunitas memiliki klub untuk anak-anak HS.
  5. Mendekatkan jarak rumah ke tempat kerja.
  6. Menjadi freelance.
  7. Mengatur ulang prioritas dalam keluarga.
  8. Meminta bantuan nenek/kakek jika memungkinkan (hanya jika nenek/kake sevisi dalam hal ini).
  9. Memberikan anak opsi apa yang akan dikerjakan hari ini (semacam cek list), ini juga akan membuat mereka bisa mengukur target dan pencapaian mereka sendiri.
  10. Bisa juga berbasis mengerjakan sebuah proyek dalam jangka waktu tertentu (untuk anak yang sudah bisa mandiri).
  11. Ibu/Bapak menyiapkan apa yang akan diberikan ke anak malam sebelumnya.
  12. Mengurangi jam tidur ibu (saya yang ngga mampu).
  13. Berkegiatan bersama anak (ini biasanya saya lakukan saat mengerjakan naskah/ ilustrasi buku cerita, mereka bikin komik atau baca buku).

Sekali lagi apa yang pas dan cocok untuk satu keluarga belum tentu bisa berlaku untuk keluarga lain. So, temukan apa yang paling nyaman untuk kelurga kita.






you might also like these stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...