HOMESCHOOLER Mom

Foto saya
a mom of homeschool twinnies (boy and girl), an ex architect, a lecturer, a crafter, and a children book's author and illustrator. loves drawing, crafting, illustrating, making pretty things..

Hi there...

Thanks so much for taking time out of your day to stop by my little space! i am happy to share my daily activities (homeschooling, green living, writing, ilustrating & crafting) and hope you enjoy it...

-Dini-

dkwardhani@yahoo.com



Tampilkan postingan dengan label pendidikan rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan rumah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2016

Nature Walk di Hutan Malabar

Pagi-pagi anak-anak Klub Pemberi (pembelajar mandiri) nature walk alias jalan-jalan di Hutan Kota Malabar. Asik pagi-pagi udara seger, hutan sepiiii. Yeaaay!

Belajar ala Toto Chan lagi. Yang perempuan pada rajin nyatetin jenis pohon dari papan informasi. Yang laki-laki hunting buah, daun dan lomba lari. Yang batita pada sibuk ngemil, baca buku, gambar-gambar. Memang beda ya anak perempuan dan laki-laki hehehe...
Nemu tupai dan beberapa jenis burung. Lihat reservoir kota. Ada rumah kompos juga. Semoga ya hutan kota ini tetap terpelihara dan tidak berganti menjadi fungsi lain. Akhirnya sebelum berpisah main petak umpet dulu, daaan.... ada yang ngga rela diajak pulang.
Sebagai pelengkap pembelajaran mampir dulu ke Pasar Modern Oro-oro Dowo. Pasar tradisional yang dulu gelap, becek sekarang cling, lapang, rapi dan nyaman untuk belanja. Ada pembagian zona jualan juga. Keren deh!
Ah, senangnya belajar bersama!
Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.
Kapan kita playdate lagi?

Senin, 18 Juli 2016

Belajar ala Toto Chan

-Mencoba belajar ala Toto Chan-
Pagi-pagi anak-anak sudah nanya tentang bagaimana hewan dikelompokkan, akhirnya kita diskusi tentang ciri-ciri hewan dan lanjut ngobrolin tentang serangga. Anak-anak rame-rame menggambar semua serangga yang mereka tahu. 

Setelahnya, buka buku tentang serangga. Favorit anak-anak bukunya Tony Wolf "Alam Kehidupan" dan "Lingkungan", beli seken di Komunitas HalamanMoeka dan Lapak Koalisi Cinta Buku. Anak-anak lihat lagi ciri-ciri serangga mulai jumlah kaki, mulut, mata, badan, dan lainnya.


Truuus yang mereka seneng tentunya boleh ke taman kompleks untuk mencari, mengamati dan mencatat serangga yang ada di taman. Bisa pakai kamera, dan catatan. Anak-anak menemukan berbagai hal saat "hunting" getah pohon, jamur, sarang semut, kempompong dan lainnya.
Bisa ditambahin juga ngisi teka-teki silang tema serangga ^^ juga diselingi baca hadist tentang lalat yang nyemplung di gelas minum. Mungkin ditambah sedikit prakarya tentang serangga seru juga. Atau tambahin kisah tentang semut dan Nabi Sulaiman, atau surat An-Nahl juga.

Belajar itu menyenangkan, bisa dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja ^^
Kapan-kapan CBE sama teman-teman HS ers lain. InsyaAllah.

Minggu, 01 Mei 2016

Membuat Miniatur Kota Sederhana

Awal beli anak-anak belum tertarik dengan mainan papercraft ini.Sepertinya karena agak rumit. Eh, setelah 1 tahun-an berlalu baru mereka menemukan keasikannya. 2-3 hari ini bikin prakarya gunting tempel yang kalau dirangkai bisa sebuah kota (kota-kotaan tentu saja).

Ternyata mereka baru tertarik setelah bisa membuat project ini secara mandiri tanpa banyak di bantu. Banyak ketrampilan motorik halus yang dilatih dari project ini (menggunting, menempel, mengukur), juga bekerjasama dalam tim (ini serunya anak kembar hehehe). Selain itu bisa juga pengenalan profesi yang ada di kota seperti arsitek, masinis, dll. Atau memberi pengalaman gimana sih mendesain kota, atau juga mengajak anak-anak melihat bagaimana kota yang baik dan ramah lingkungan itu. Ah, jadi panjang grin emotikon ternyata 1 mainan bisa multifungsi hehehe irit. Karena anak-anak sudah mau 8th dan kami menggunakan project based learning, membuat karya seperti ini menjadi salah satu cara anak-anak belajar secara mandiri.

Beberapa elemen mix and match dengan mainan yang lain, justru jadi membuat kreativitas berkembang. Lalu main drama-dramaan setelah jadi. Robot-robotan, mobil-mobilan juga princess-princessan bisa ikut main di kota 
Jadiii sabar ya, kalau anak belum tertarik sesuatu, kadang itu karena mereka belum siap. Bisa jadi emaknya yang kepengen bukan anaknya.

rin emotikon
Kok tiba-tiba inget bedagang bikin maket hehehe tongue emotikon maklum mantan maketor.
Btw, ini beli ya bukan jualan grin emotikon

Rabu, 23 Maret 2016

Mini Book By Keni


Assalamualaikum... selamat pagi...

Beberapa hari ini, Keni (7,5th) sibuk menyiapkan beberapa mini book, pembatas buku dan komiknya untuk mengisi Bazar di acara Seminar Komunitas Home Education Malang tgl 20 Maret. Selain menulis cerita, ngecat air, padu padan cover, juga pasang pernak-pernik pita dan hiasan-hiasan.

Mini book nya unik-unik lho judul-judulnya :

- Album Homeschooling ( 10 halaman A6) 
- Kamus Arab Bergambar ( 14 halaman A6) 
- Si Rubah Kecil Menabung ( 14 halaman A6)
- Kumpulan Komik Keni( 8 halaman A5, full color) 
- Si Kepik ( 6 halaman A6, full color)
- Komik Niat Ikhlas ( 8 halaman A6)
- Buat Komikmu sendiri ( 14 halaman A6)
- Ayo Menebali dan Mewarnai Benda ( 10 halaman A6)
- Buku Puzzle ( 10 halaman A6) - buku bisa dipotong menjadi puzzle
- Mewarnai Puzzle Hewan ( 10 halaman A6) 



Bahan :
  1. Kertas HVS A4 sebanyak 2-4 lembar
  2. Kertas tebal warna-warni untuk sampul
  3. Hiasan (kertas kado, selotif motif, renda dll(
  4. Pensil warna
  5. Strepler, selotip doubletape, cutter.
Cara membuatnya gampang banget :
Kertas HVS A4 kita lipat (2 x lipatan horisontal dan vertikal) sehingga menjadi ukuran A6. Potong dengan cutter. Tumpuk sebanyak 8-12 lembar (tergantung si anak). Setelah itu bisa di strepler (seperti menjilid buku).

Si anak bisa mengisi buku kecil itu dengan berbagai hal yang ia ingin tulis/gambar. 1 buku bisa 1 tema (misalkan cerita hewan/pengalaman atau apa saja). Setelah selesai diisi barulah disampul. Setelah itu diberi judul dan dihias.

Tarraaaa! jadi deh bukunya.







Semoga laris yaa Nak... aamiin grin emotikon

Senin, 21 Maret 2016

HS for Working Mom (Part 2) Keseharian HS

-KESEHARIAN HS-

Untuk keseharian, kami tidak ada jadwal tertentu. Yang kami lakukan adalah membagi sesi pagi dan sore.  Sampai saat ini kami masih mencari  yang pas untuk anak-anak. Anak-anak tetap melalui proses deschooling termasuk orang tuanya.

Secara garis besar, kegiatan bisa dibagi menjadi sesi pagi dan sesi sore. Setiap sesi ada rutin pagi dan rutin sore. Beberapa rutinitas penting diperlukan oleh anak-anak untuk membentuk pola dan menjadi acuan kegiatan keseharian mereka. Selain rutin itu mereka bisa memilih dan belajar untuk membuat rencana kegiatan mereka sendiri. 



Rutin pagi dan sore bisa terdiri dari rutinitas yang bisa membentuk pola keseharian anak seperti bangun pagi, sholat, mandi, olahraga, hafalan/tilawah, membantu ibu dalam urusan rumah. Rutin ini tentu sangat perlu disesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing.

Setelah rutin pagi itu anak-anak akan belajar 1-2 materi secara bebas, tergantung pilihan mereka namun di tulis apa yang dipelajari di tabel sebagai evaluasi harian. Kemudian sore harinya ada rutin sore. Pada malam hari, sepulang ortu dari kantor bisa ngobrol-ngobrol tentang kegiatan anak pada pagi dan sorenya atau bisa juga diselingi kegiatan lain yang penting ortu hadir untuk anak-anak di waktu-waktu yang memungkinkan. 

Nah, dengan menentukan core rutin pagi sore seperti itu kemudian orang tua memetakan di mana yang  harus involve langsung, di mana  bisa delegasikan, bagian mana yang anak bisa mandiri (tergantung usia anaknya). Karena HS bukan memindahkan sekolah ke rumah dan waktunya flexible sebenarnya bisa saja jam belajar dengan orang tua digeser sesuai jadwal ortu dan bisa saja dilakukan dimana saja (misalkan di mobil, di perjalanan dll). Itulah yang kami lakukan saat ini. 



Apakah semua berjalan selalu mulus tanpa konflik dan drama? tentu saja tidak :D Sampai saat ini pun masih terus berusaha untuk membangun kemandirian dan motivasi internal anak agar dengan/tanpa orang tua, mereka akan tetap tumbuh menjadi pembelajar.


Jiwa semua anak -apapun ras, strata, dan gendernya- selalu sedang menunggu untuk digugah. Dan sekali tergugah, mereka akan selamanya terbangun untuk mencintai pengetahuan dan kehidupan. Anak-anak yang seumur hidup mencintai proses belajar, yang belajar bukan demi imbalan pujian, gengsi, atau keuntungan materiil lainnya, melainkan terutama karena kegembiraan dalam belajar itu sendiri, akan tumbuh menjadi pribadi yang berwawasan luas penuh ide-ide besar dengan karakter luhur yang berangkat dari tertanamnya kebiasaan-kebiasaan baik...Tidakkah itu yang dicita-citakan oleh sistem pendidikan?-CINTA YANG BERPIKIR, hal. 5-

LESSON PLAN

Dari awal kami sepakat HS bukan memindahkan sekolah ke rumah. Jadi kami tidak berusaha menduplikasi sistem sekolah di rumah. Yang perlu dilakukan adalah fokuskan pada beberapa hal pokok yang disepakati dalam keluarga (materi-materi dasar apa saja yang perlu dikuasai anak-anak). Baru kemudian menentukan core-core skill apa saja yang kami ingin anak-anak kami kuasai.  Sisanya baru ditambah yang lain-lain yang sifatnya optional. 

Bagi keluarga seperti kami yang jadwal kerja ortu tidak sama setiap harinya, terkadang kami bergantian mendampingi anak-anak sesuai jadwal kami. Terkadang saya/suami punya waktu di pagi hari, terkadang siang, lain waktu saat sore/malam. Ternyata ini juga menguntungkan karena HS memiliki fleksibilitas yang bisa disesuaikan dengan kondisi tiap keluarga. 

Lesson Plan HS sangat fleksibel, dan HS tidak selalu worksheet atau mengerjakan lembaran-lembaran soal. Jadi apa pun bisa jadi bahan belajar. Learning not just studying. Ada kalanya anak-anak ikut ke tempat kerja, ada kalanya anak-anak saya titipkan temen sesama HS (inilah pentinganya komunitas/klub sesama HS), ada kalanya anak-anak berkegiatan dengan bapak, ada kalanya anak-anak mengerjakan sebuah project, ada kalanya mereka mandiri dengan inisiatif sendiri. Project based saat ini memang cukup pas untuk keluarga kami, sebab usia anak-anak memang sudah bisa mengerjakan project-project sederhana meskipun tentu saja tidak dilepas begitu saja. 

Sebagai contoh Project Pengamatan Cuaca.
Anak akan mengamati cuaca selama 1 minggu, itu juga pilihan mereka sendiri. Di pengamatan cuaca ini udah include membaca, berhitung suhu, latihan pengamatan, latihan menganalisis sederhana (misalkan jenis awan pagi hari itu sirrus/kumulus, dia harus lihat di buku), dia menandai kapan aja hujan turun dst. Dari segi aqidah kita masukkan bahwa hujan adalah karunia Allah, kemudian kita melafazkan doa turun hujan, sunnah-sunnah saat hujan, ayat-ayat tentang hujan dll (sebagai contoh). Nah, udah dapat banyak tho? Nanti, tinggal cek ricek saat pulang kantor dengan menanyakan kesulitannya, mengapresiasi proyeknya, mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang meng-encourage anak dst.

Terkadang ada hari tanpa lesson plan. Serius? Iyaaah. Kalau bosen kami fieldtrip atau jalan-jalan ketemu dengan teman-teman yang inspiratif, ke taman, perpustakaan kota atau bisa berkegiatan bebas saja. Ternyata seru juga.


Anak-anak memang perlu tahu kalau orang tuanya bekerja, untuk itulah saya mengajak mereka ke tempat kerja, sekali-sekali tentunya dengan ijin atasan. Anak saya memang alhamdulillah HS nya usia 7th jadi sudah bisa dilepas dengan metode project based tadi. Sekali-sekali worksheet. Sekali-sekali belajar dengan internet (duolinggo, education.com, scratch dll) sebagai variasi.

SEDIKIT TIPS
Nah apa yang bisa dilakukan jika orang tua bekerja sembari menjalankan HS :

  1. Ajak anak ke kantor (dengan seijin atasan dan rekan kerja).
  2. Berbagi peran antara kedua orang tua, termasuk mengatur shift antara suami/istri.
  3. Pendelegasian dengan art yang amanah (ini agak sulit kecuali anak sudah tamyiz)
  4. Meminta bantuan ke komunitas/teman sesama hs-ers, ada baiknya jika komunitas memiliki klub untuk anak-anak HS.
  5. Mendekatkan jarak rumah ke tempat kerja.
  6. Menjadi freelance.
  7. Mengatur ulang prioritas dalam keluarga.
  8. Meminta bantuan nenek/kakek jika memungkinkan (hanya jika nenek/kake sevisi dalam hal ini).
  9. Memberikan anak opsi apa yang akan dikerjakan hari ini (semacam cek list), ini juga akan membuat mereka bisa mengukur target dan pencapaian mereka sendiri.
  10. Bisa juga berbasis mengerjakan sebuah proyek dalam jangka waktu tertentu (untuk anak yang sudah bisa mandiri).
  11. Ibu/Bapak menyiapkan apa yang akan diberikan ke anak malam sebelumnya.
  12. Mengurangi jam tidur ibu (saya yang ngga mampu).
  13. Berkegiatan bersama anak (ini biasanya saya lakukan saat mengerjakan naskah/ ilustrasi buku cerita, mereka bikin komik atau baca buku).

Sekali lagi apa yang pas dan cocok untuk satu keluarga belum tentu bisa berlaku untuk keluarga lain. So, temukan apa yang paling nyaman untuk kelurga kita.






Minggu, 20 Maret 2016

HS for Working Mom (part 1) Menguatkan Niat

-MENGUATKAN NIAT-

Saya seorang ibu bekerja dengan 2 anak yang saat ini menjalani Home Schooling. Sehari-hari saya adalah PNS Dosen di sebuah PTN di Malang, dan di waktu luang saya menulis dan mengilustrasikan buku cerita anak. Suami saya bekerja di luar kota, tapi setiap hari pulang karena komitmen tidak ingin berjauhan dengan keluarga. Saya sering sekali mendapat curhatan teman-teman
  •         Pengen sih pengen HS, tapi aku kan ibu bekerja
  •         Gimana HS bisa jalan kalau ortunya pada kerja?
  •         Ngatur waktunya gimana?
  •         Kurikulumnya gimana?
  •         Bagaimana HS efektif pada orangtua yang keduanya bekerja?

Yah, memang dilematis ya kalau orang tua keduanya bekerja tapi ingin menjalankan HS pastilah maju mundur cantik. Awal yang harus kita lakukan adalah mengenali pilihan hidup yang kita jalani dalam keluarga inti. Suami dan istri berbagi visi dan duduk bersama membicarakan apa sih yang kita inginkan dari masa anak-anak kita? Berikut ini adalah daftar perenungan yang mungkin bisa bermanfaat dalam merumuskan visi misi keluarga. Saya mendapatkan ini saat sharing dengan Mom Deasi Pedersen.

BAHAN PERENUNGAN SUAMI dan ISTRI
Mengapa kita perlu melakukan pendidikan rumah (diskusikan bersama antara suami/istri)
1. Apa saja keuntungan/kelebihan pendidikan rumah untuk keluarga?
• Spiritual
• Karakter
• Akademik
• Sosial
• Hubungan Keluarga
2. Apa saja kekurangan Home Education dan bagaimana kita bisa mengatasinya?
• Spiritual
• Karakter
• Akademik
• Sosial
• Keluarga
3. Generasi seperti apa yang kita inginkan?
• Mental
• Fisik
• Spiritual
• Sosial (dengan sesama)
4. Apakah tujuan utama kita mendidik anak-anak saat mereka baligh/mukkalaf?
5. Bagaimana kita dapat melakukan pendidikan berbasis rumah sebagai bentuk ibadah, penyembahan kepada Allah? dan juga memenuhi tujuan penciptaan kita sebagai manusia
Penting bagi pasangan untuk menyamakan visi misi keluarga, agar HS yang dijalankan sesuai koridor dan antara ayah dan ibu saling menguatkan. 

Sebelum Memulai HomeSchooling

Sebelum memulai HS, sebaiknya sekeluarga diskusi panjang lebar terlebih dahulu untuk menyamakan visi-misi keluarga. Paling tidak ada beberapa hal yang menjadi bahan diskusi:
  • Ingin terlibat dalam pendidikan anak-anak , yang semoga itu bernilai ibadah bagi orang tua mereka. Kami menyadari saat anak-anak masih di TK gurunya lah yang lebih banyak berperan mulai dari mengajarkan sholat, doa, dll.
  • Kurikulum yang ada di sekolah formal masih belum pas dengan apa yang menjadi cita-cita keluarga. Ya anak-anak sempat bersekolah formal selama 1 tahun dan 1 tahun itu cukup membuka mata kami mengenai kondisi dan sistem sekolah formal di negeri ini.
  • Kami mendambakan anak-anak bisa mempelajari hal-hal mendasar yang merupakan fardhu ain bagi setiap muslim dengan baik, juga tumbuh dengan karakter muslim.
  • Tidak kami pungkiri anak-anak memiliki pendekatan belajar yang berbeda, minat,motivasi dan gaya masing-masing. Sekolah tentu tidak bisa menaruh perhatian yang cukup detail untuk setiap anak secara optimal. 
  • Kami juga ingin agar anak-anak tergugah untuk mencintai pengetahuan dan kehidupan. Anak-anak yang seumur hidup mencintai proses belajar, yang belajar bukan demi imbalan pujian, gengsi, atau keuntungan materiil lainnya, melainkan terutama karena kegembiraan dalam belajar itu sendiri, akan tumbuh menjadi pribadi yang berwawasan luas penuh ide-ide besar dengan karakter luhur yang berangkat dari tertanamnya kebiasaan-kebiasaan baik...
Alasan tiap keluarga bisa sangat spesifik dan berbeda, bahkan bisa jadi tidak ada satu keluarga HS pun yang punya alasan yang sama dan itu sangat wajar.


Kami ingin melepaskan diri dari ketergantungan pada nilai, angka, transkrip dan sejenisnya, seolah-olah semua itu adalah ukuran paten kecerdasan atau jaminan kesuksesan. Apa gunanya lembar ijazah bertabur nilai-nilai menakjubkan jika setelah lulus pun anak tidak tahu bidang apa yang ia minati? Lebih penting memastikan bahwa anak menjadi pembelajar mandiri, seseorang yang memiliki persahabatan yang menyenangkan dan akrab dengan pengetahuan. Itulah jenis relasi yang akan memberinya kecintaan serta kegembiraan untuk terus belajar sepanjang hayat. 
-CINTA YANG BERPIKIR (Elen Kristi), hal. 67-

(Disclaimer: setiap keluarga adalah unik, apa yang pas dan cocok untuk 1 keluarga belum tentu cocok untuk keluarga lain. )

bersambung ke part 2 tentang keseharian HS 


Jumat, 12 Februari 2016

Belajar menghafal dengan Tahfidz Quran Tematik

Beberapa waktu lalu sempat ikut TQT - Tahfidz Quran Tematik. Sebuah metode menghafal Quran berdasarkan tema tertentu. Tema-tema ini bisa dipilih sesuai kebutuhan atau kesiapan anak/ortu dalam menghafal. Bisa dimulai dari kisah-kisah nabi dan rosul, bisa dari kisah yang lekat dengan anak misalkan Qorun, Ashabul Kahfi, kisah Luqman, Dzulqornain dll. Atau juga bisa tema-tema lain misalkan sains, penciptaan alam dll.

Memang tidak akan berurutan sesuai urutan juz dalam al-Quran. Menurut penjelasan ustadzah  Leyla Fithri Az-Zaky​ karena sebagian besar Quran berisi kisah-kisah inspiratif maka metode ini akan memberikan kemungkinan untuk menghafal sebagian besar isi Qur'an. Atau paling tidak anak tidak hanya sekedar hafal tanpa tahu makna dan artinya.

Yang dipraktekkan waktu itu adalah Kisah Nabi Yunus as. di surat As Shaffat ayat 139-148. Alhamdulillah anak-anak bisa mengikuti dan menghafal dalam 2-3 hari. 

Beberapa Langkah menghafal tematik yg diajarkan ustadzah Lailatul Fithriyah adalah :
1. Membaca kisah yang akan dihafal terlebih dahulu, bisa juga dengan menonton DVD kisah tersebut.
2. Men-Talqin anak dengan kata per kata disertai keywords 
3. Mengulangi bacaan disertai penjelasan urutan kejadian dalam kisah yang dihafal.
4. Dirangkaikan hafalannya disertai pemahaman akan kisah yang dihafal.

Beberapa manfaat metode TQT :
1. anak-anak senang dan enjoy dalam menghafal karena dibarengi storytelling
2. long term memory
3. Paham terjemahan dan alur kisah dalam Quran
4. pesan moral sampai ke anak-anak
5. anak-anak mendapatkan beberapa kosakata bahasa arab sederhana
6. menggugah minat dan timbul pertanyaan kritis dari si anak
7. dapat menjadi dasar pengetahuan yang lain

Buku atau DVD apapun sebetulnya bisa dipakai untuk media belajar TQT, tidak ada buku khusus. Saya menemukan beberapa buku yang pas untuk halaqoh di rumah.




Buku-buku ini adalah buku yang kami pakai di rumah, untuk halaqoh kecil ba'da maghrib sampai menjelang isya. Buku ini cukup mudah dipahami, ringkas dan sesuai untuk anak. 

1. Ensiklopedi Juz Amma karya sahabat saya Aminah Mustari terbitan Kautsar for Kids (Dilengkapi sebab turunnya ayat, boks pantau hafalan, penjelasan istilah, hikmah).
2. Muhammad Nabiku karya sahabat saya teteh Tethy Ezokanzoterbitan Kaustar for Kids (dilengkapi data dan fakta, serta tahun serta kejadian penting dalam tiap periode kehidupan Rasulullah SAW, juga isian kotak Aku Tahu).
3. Kisah al Quran pertamaku, Saniyasnain Khan. Penerbit Muara.

Seneng deh... bisa 1 hari 1 siroh, 1 hari 1 ensiklopedi, 1 hari 1 kisah al Quran.

Terima kasih Ceu Mimin, dan Teh Tethy sudah menulis buku-buku yang berkualitas untuk anak-anak. Pasti menulis buku-buku ini melalui riset panjang dan merupakan hasil membaca berbagai referensi... isinya mantap InsyaaAllah. Barakallahu fiikum ^^b
Ini bukan status jualan ya grin emotikon Saya beli di islamic book fair dan toko buku islam di Malang. Coba kontak penulisnya ya..


by the way, untuk anak-anak akan lebih mudah hafal serta paham artinya. Nah untuk memperkuat hafalannya bisa juga digunakan gerakan tangan seperti video ini. 

http://m.vidio.com/watch/265420-panduan-menghafal-qur-an-surat-an-naba-dengan-terjemah. 

#pendidikanrumah #homeschooling#homeeducation #pembelajarmandiri#homelearning #dkwardhani



Rabu, 27 Januari 2016

-Beri Anak Kesempatan-

Ibu tahu Radit (7th) tidak suka menggambar. Ia sering menolak bila diajak menggambar. Namun bagaimanapun kemampuan menggambar ini adalah kemampuan yang cukup penting untuk seorang anak terlepas dari gambarnya bagus atau tidak, karena salah satu cara untuk memulai kreativitas adalah dengan cara menggambar (selain masih banyak cara lain tentu saja). Kreativitas dan hal baru, salah satunya dimulai dengan corat-coret. Melalui proses corat-coret inilah kreativitas terbangun, dan anak-anak secara tidak langsung dididik menjadi inventor, bukan penjiplak dan peniru. Selain itu kegiatan menggambar juga tetap diperlukan sebagai media untuk mengasah motorik halus yang nanti akan berkembang pada saat anak belajar untuk menulis.
Karena si Radit sukanya bercerita (tentang ide-idenya, tentang proses alam, atau yang lainnya), kalau Ia sudah selesai bercerita Ibu pancing-pancing... "Coba dong digambar, ibu pengen lihat seperti apa sih idenya?" maka ibu sedikan buku "Gambarkan Idemu". Sebenarnya buku gambar kosong biasa, tapi khusus untuk menggambar ide-ide dan apapun yang ingin ia sampaikan.



Alhamdulillah, sekarang Radit sudah mau menggambar dengan inisiatifnya sendiri, mencoba berbagai media dan gambar-gambarnya khas sekali ^^ Karena sejatinya pendidikan itu menumbuhkan bukan mematikan sifat pembelajar anak.



PS: alhamdulillah gambarnya bukan 2 gunung, sawah dan matahari hihihi



Selasa, 25 Agustus 2015

-Bikin Kota Sederhana ala Radit & Keni-

Belajar ngga harus mahal, ngga harus ribet, ngga harus yang susah-susah ^^ tapi belajar harus menantang dan juga menyenangkan.
Selama 2 hari ini anak-anak utak atik MS Visio 2007.

Eh apaan itu Visio? Visio ituuu temennya MS Word, MS Powerpoint, MS Excel jadiiii masih satu keluarga MS OFFICE grin emotikon
Biasanya kalau install MS Officenya lengkap pasti ada Visio.
Kebetulan di Visio ada banyak sekali template mulai bikin 3D kota, interior, instalasi listrik, diagram, jadwal harian dan lain lain. Anak-anak bisa lho menggunakannya karena icon-iconnya sudah tersedia sehingga mereka tinggal assembly saja.
Nah, sisi kreatifnya tentunya pada saat mereka memadumadankan berbagai icon sehingga jika dirangkai bisa menghasikan sebuah kota meskipun sederhana. Anak-anak bisa belajar tentang skala, lingkungan, elemen kota, pengelempokan benda dan banyak lagi.
Buat kami ini alternatif yang menyenangkan selain minecraft, soalnya minecraft nagih banget dan spek komputernya harus tinggi (RAM dan VGA cardnya). Kalau visio filenya kecil dan softwarenya juga ringan.
Btw, mana yang karya Radit mana yang karya Keni ya? bisa nebak ngga?grin emotikon







Selasa, 07 Juli 2015

Homeschooling, we are coming...

Well, 
We are homeschooling this Ramadhan 1436H. Alhamdulillah.
Yups, it is a huge and bold decisions we made, indeed.

Kenapa?
Ada banyak alasan lain, sebagian kami temukan juga di sini. Tentu juga ada alasan-alasan spesifik lain antara lain penerapan kurikulum yang tidak sesuai bagi jenjang pemahaman anak, terutama tuntutan pengerjaan LKS yang sangat sulit untuk level usia kelas 1 SD. Pendidikan formal yang terjadi justru melumpuhkan sifat pembelajar sejati anak.

Komik Raksasa Karya Keni (7th)

Robot Visilife Karya Radit (7th)

Hmm… ini pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Tapi saya berusaha menuliskannya di sini agar saya selalu kembali lagi pada apa yang menjadi motivasi kami dan pertimbangan kami saat memutuskan ini.

Jika diceritakan pastinya akan panjang sekali tapi intinya adalah kami ingin anak-anak mencintai ilmu, dan bisa mengamalkannya, bukan hanya di atas kertas dan bukan demi nilai ataupun ranking. Kami ingin anak-anak terus bisa mengembangkan diri, karena belajar itu menyenangkan. Belajar bisa dimana saja, kapan saja dan bersama siapa saja.

Anak-anak sudah pernah mencicipi pendidikan formal, dan kami pun sudah merasakan dan mengevaluasi hasilnya. Saatnya kami mencicipi pendidikan informal, dan bersenang-senang dalam menjalaninya. Meski kami baru akan mencobanya dalam satu tahun kedepan dan mengevaluasinya kembali. Let the journey begin
Yang jelas, pendidikan utama adalah tanggung jawab orang tua. Dan kami memutuskan untuk ikut bertanggung jawab terhadap hal ini sebelum menemukan partner yang seiring sejalan dengan kami (sekolah). Kami ingin terlibat langsung dalam mendampingi anak-anak, juga semoga menjadi ladang ibadah bagi kami.
Saya menemukan beberapa kutipan yang inspiratif dari Buku Mas Bukik "Anak Bukan Kertas Kosong" yang saya dapatkan langsung dari beliau untuk saya review.


Pendidikan adalah Tanggung Jawab Orang Tua

Keluarga adalah pusat pendidikan. Orangtua mungkin bisa mendelegasikan pengajaran pada kaum ahli, tetapi pendidikan anak tetaplah menjadi tanggung jawab orangtua. Peran orangtua tidak tergantikan oleh sekolah, lembaga pendidikan, ataupun lembaga bakat.

“Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu bapa, karena hanya dua orang inilah yang dapat menaruh perhatian pada sang anak dengan semurni-murninya dan se-ikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas.” (Ki Hadjar Dewantara - Pendidikan, halaman 382)

Setiap Anak adalah Pembelajar Sejati

"...Kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir, yaitu jangan selalu dipelopori atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain, tetapi biasakanlah anak-anak mencari sendiri segala pengetahuan dengan menggunakan pikirannya sendiri." (Ki Hadjar Dewantara - Peringatan Taman Siswa 30 Tahun, 1922-1952)

Pendidikan itu bukanlah menanamkan saja, melainkan juga menumbuhkan. Pendidikan bukanlah mengubah ragam keistimewaan anak menjadi seragam, melainkan menstimulasi anak menjadi dirinya sendiri sesuai fitrahnya.

Setiap Anak Memiliki Keistimewaan Tersendiri

Alasan lainnya adalah Si Kembar sudah terlihat minat dan bakatnya. Setiap anak memiliki kodratnya (takdirnya) sendiri yang merupakan ciptaan terbaik Allah SWT. Kami bisa melihat apa yang menjadi bakat dan minat Radit, juga apa yang menjadi bakat dan minat Keni sejak usia mereka masih 4-5th. Kami, berharap dengan basis pendidikan rumah yang kuat anak-anak akan mampu menjadi individu pembelajar hingga akhir hayat. 


orang tua harus mengetahui bahwa anak-anak kita memiliki karakteristik unik. Dalam satu keluarga boleh jadi antara anak yang satu dengan yang lainnya berbeda karakternya. Namun satu hal yang pasti adalah anak-anak kita berada diatas fithrohnya dan tugas para orangtua menjaga anak-anak agar senantiasa berada diatas fithrohnya. Mereka ini ibarat gelas kosong yang siap diisi apa saja dan para orangtualah yang mengisi gelas kosong tersebut. Maka nasehat kami perhatikanlah karakter dasar anak-anak kita dan bekali serta isi anak-anak kita dengan pendidikan yang memungkinkan mereka untuk senantiasa berada diatas fithrohnya. Al Qur’an dan As Sunnah akan membuat anak-anak kita senantiasa berada di atas fithrohnya. 

ini adalah catatan penting kami bahwa orang tua patut menyadari anak membawa potensinya masing-masing sehingga anak diibaratkan bukanlah kertas kosong, namun juga anak lahir dalam keadaan fitrah yang baik (akidah yang lurus, kecerdasan yang murni, hati yang bening, pikiran yang jernih) sehingga diibaratkan sebagai kertas putih yang patut dijaga fitrahnya. Anak juga diibaratkan gelas kosong yang siap diisi, ada pula yang mengibaratkan anak seperti spons yang siap menyerap segala stimulus yang ada di sekitarnya. Perumpamaan ini semua merupakan masukan bagi kita agar senantiasa berhati-hati dalam mengambil langkah mendidik dan mendampingi anak-anak kita.

Mendidik anak memang perlu banyak persiapan dan pengorbanan, namun pahalanya pun besar dan akan senantiasa mengalir walaupun kita sudah meninggal dunia jika anak kita menjadi anak-anak yang sholih. Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan untuk mencetak anak sholih dan sholihah. Namun satu hal yang pasti adalah anak-anak kita lahir diatas fithrohnya dan tugas para orangtua menjaga anak-anak agar senantiasa berada diatas fithrohnya. (http://www.sunnihomeschooling.com/2014/03/12/bingkisan-bagi-peminat-sekolahrumah/)




you might also like these stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...