HOMESCHOOLER Mom

Foto saya
a mom of homeschool twinnies (boy and girl), an ex architect, a lecturer, a crafter, and a children book's author and illustrator. loves drawing, crafting, illustrating, making pretty things..

Hi there...

Thanks so much for taking time out of your day to stop by my little space! i am happy to share my daily activities (homeschooling, green living, writing, ilustrating & crafting) and hope you enjoy it...

-Dini-

dkwardhani@yahoo.com



Tampilkan postingan dengan label kota kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kota kita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2016

Membuat Miniatur Kota Sederhana

Awal beli anak-anak belum tertarik dengan mainan papercraft ini.Sepertinya karena agak rumit. Eh, setelah 1 tahun-an berlalu baru mereka menemukan keasikannya. 2-3 hari ini bikin prakarya gunting tempel yang kalau dirangkai bisa sebuah kota (kota-kotaan tentu saja).

Ternyata mereka baru tertarik setelah bisa membuat project ini secara mandiri tanpa banyak di bantu. Banyak ketrampilan motorik halus yang dilatih dari project ini (menggunting, menempel, mengukur), juga bekerjasama dalam tim (ini serunya anak kembar hehehe). Selain itu bisa juga pengenalan profesi yang ada di kota seperti arsitek, masinis, dll. Atau memberi pengalaman gimana sih mendesain kota, atau juga mengajak anak-anak melihat bagaimana kota yang baik dan ramah lingkungan itu. Ah, jadi panjang grin emotikon ternyata 1 mainan bisa multifungsi hehehe irit. Karena anak-anak sudah mau 8th dan kami menggunakan project based learning, membuat karya seperti ini menjadi salah satu cara anak-anak belajar secara mandiri.

Beberapa elemen mix and match dengan mainan yang lain, justru jadi membuat kreativitas berkembang. Lalu main drama-dramaan setelah jadi. Robot-robotan, mobil-mobilan juga princess-princessan bisa ikut main di kota 
Jadiii sabar ya, kalau anak belum tertarik sesuatu, kadang itu karena mereka belum siap. Bisa jadi emaknya yang kepengen bukan anaknya.

rin emotikon
Kok tiba-tiba inget bedagang bikin maket hehehe tongue emotikon maklum mantan maketor.
Btw, ini beli ya bukan jualan grin emotikon

Selasa, 13 Oktober 2015

Kisah Kota Kita is getting ready for Frankfurt Book Fair 2015

... Alhamdulillah, ngga nyangka T.T


dapat kabar dari Penerbit Bip Gramedia
Kisah Kota Kita a book from DK Wardhani & Watiek Ideo is getting ready for Frankfurt Book Fair 2015!
Yang sebelah kiri buku versi Indonesia, sedangkan yg kanan khusus dicetak dlm bahasa Jerman untuk dibawa ke FBF. Semoga kisah yg dilukis dengan apik dan cantik ini dilirik penerbit-penerbit asing dan laris manis rightsnya yaa. Aamiin ya Rabb..



Big thanks for all illustrators : Dian Yusnita SetianyTiffa N. Tanuwigena,Salestinus Sustyo HendriawanHutami DwijayantiDewi CitraAgnes KartikaDiah Fitriana MukadarDiani ApsariHaidi Shabrina
This book will be nothing without your touch ^^
Terima kasih juga untuk para endorser.. dan tentunya para pembaca cilik semua, semoga Kisah Kota Kita bermanfaat, aamiin..
You can get the book
Hall 4.0 C97
Hall 3.0 K117



Selasa, 25 Agustus 2015

-Bikin Kota Sederhana ala Radit & Keni-

Belajar ngga harus mahal, ngga harus ribet, ngga harus yang susah-susah ^^ tapi belajar harus menantang dan juga menyenangkan.
Selama 2 hari ini anak-anak utak atik MS Visio 2007.

Eh apaan itu Visio? Visio ituuu temennya MS Word, MS Powerpoint, MS Excel jadiiii masih satu keluarga MS OFFICE grin emotikon
Biasanya kalau install MS Officenya lengkap pasti ada Visio.
Kebetulan di Visio ada banyak sekali template mulai bikin 3D kota, interior, instalasi listrik, diagram, jadwal harian dan lain lain. Anak-anak bisa lho menggunakannya karena icon-iconnya sudah tersedia sehingga mereka tinggal assembly saja.
Nah, sisi kreatifnya tentunya pada saat mereka memadumadankan berbagai icon sehingga jika dirangkai bisa menghasikan sebuah kota meskipun sederhana. Anak-anak bisa belajar tentang skala, lingkungan, elemen kota, pengelempokan benda dan banyak lagi.
Buat kami ini alternatif yang menyenangkan selain minecraft, soalnya minecraft nagih banget dan spek komputernya harus tinggi (RAM dan VGA cardnya). Kalau visio filenya kecil dan softwarenya juga ringan.
Btw, mana yang karya Radit mana yang karya Keni ya? bisa nebak ngga?grin emotikon







Jumat, 24 Oktober 2014

Ilustrator Kisah Kota Kita

Yuk hari ini akan saya perkenalkan siapa saja di belakang layar Kisah Kota Kita!

Merekalah yang telah menginterpretasikan cerita dalam naskah menjadi gambar-gambar yang menarik dan menyentuh hati. Siapa saja kah mereka?

TAMAN CAHAYA

Dear Mb Dini dan Mb Watiek Ideo,
AlhamduliLLAH "Kisah Kota Kita" telah terbit. Bahagia rasanya bisa membuat ilustrasi untuk cerita Taman Cahaya.

Saya termasuk orang yang jarang mengunjungi taman kota. Karena kebagian kisah ini, mau tidak mau saya harus melakukan survey dadakan alias mengunjungi taman-taman di sekitar rumah secara rutin. AlhamduliLLAH berdampak positif untuk anak-anak saya. Mereka sangat senang jika diajak ke taman
Terima kasih Mba Dini dan Mba watiek, semoga buku "Kisah Kota Kita" dapat membawa manfaat terutama untuk generasi mendatang







JALUR POPULER

"Terimakasih buat mbak Dini dan mbak Watiek yang sudah memberikan saya kesempatan untuk berkolaborasi di buku Kisah Kota Kita.

Proses pengerjaannya terasa menyenangkan dan dengan mengerjakan ilustrasi buku ini, saya mendapatkan pengalaman baru menggambar kendaraan-kendaraan bermotor dan lingkungan kota.
semoga dengan adanya buku ini mampu membuat adik-adik untuk menjaga lingkungan kota agar kota bisa menjadi tempat yang nyaman buat jalan-jalan "





Salam,
Salestinus Sustyo H



TITIAN PERSAHABATAN

Gambar yang bervariasi di setiap cerita, serta bahasa yang ringkas dan sederhana cocok untuk dibaca segala usia, terutama anak - anak.

Ceritanya tidak hanya memberi informasi - informasi tentang kota, tetapi juga menggugah perasaan untuk lebih menyayangi & merawat kota kita.
Semoga melalui buku ini, kita bisa menambah pengetahuan & meningkatkan kepedulian banyak orang dengan cara yang menyenangkan.



Salam
Agnes & Dyana 

PASAR PAGI

Pertama kali Mbak Dini dan Mbak Watiek mengajak saya untuk ikut bergabung dalam project buku Kisah Kota Kita..tadinya saya heran,
"Hah ada ya cerita anak tokohnya bukan mahluk hidup?gimana caranya tuh? Berarti nanti saya banyak membuat bangunan2 ala gambar perspektif gitu dong?mati aku..itu kan susah bangeet X(" 
eh taunya gak sesusah yang kupikir..

Cerita Pasar Pagi yang dibuat dengan apik oleh duet mbak Dian ''Dini' Dian Kusuma Wardhani dan mbak Watiek Ideo, sukses menyentuh hati saya. Saya jadi ingat waktu kecil sering diajak ibu ke pasar tradisional, bahkan ketika sekarang sudah mempunyai keluarga kecil sendiri pun saya masih datang ke pasar tradisional, karena bisa menawar (hihi mental ibu-ibu). Paling sedih ketika menggambar adegan pasar yang terbakar, langsung terbayang para pedagang yang sedih, bahkan wajah2 bangunan pasarnya yang menangis
Overall, buku ini sangat menarik dan memberi sudut pandang berbeda untuk para pembaca,khususnya anak2 untuk menjaga kota sejak usia dini. Karena bukan kita yang menjaga, siapa lagi?


Diani Apsari
Illustrator at http://dianiapsari.com/


KANTOR JINGGA

Alhamdulillah..

It has been a wonderful journey.
Sebelumnya pernah menjadi tim laporan desain kota yang target "pembacanya" jauh berbeda. Bagi saya, menjadi bagian tim ilustrasi buku tentang kota untuk anak, adalah hal yang tidak pernah terbayang. . 
Terimakasih Dini dan mba Watiek yang sudah memberi kepercayaan untuk berkontribusi di buku asik tentang kota ini. Buku asik lokal dengan muatan pesan positif dan ilustrasi yang berani beda  

Semoga membawa banyak kebaikan dan manfaat. Aamiin



Dian Yusnita.
Fb fanpage :


POSTER HEBOH

Buku yg sangat menarik, mengajak pembaca nya utk berimajinasi dari sudut pandang yg berbeda tentang permasalahan kota dan solusinya. Tokoh utama keseluruhan cerita digambarkan dalam wujud isi kota itu sendiri dan bagaimana manusia sbg bagian di dalam kota tersebutlah yg masing masing bisa menciptakan kota impian nya masing masing


Salut banget utk ide dan hasil dr buku ini. ^^b sukses dan semakin mantap karya2nya bu!





Regards,

Hutami Dwijayanti
Experienced Illustrator & graphic designer



FESTIVAL AIR

Senang sekali bisa bergabung dengan tim dari buku#KisahKotaKita. Buku ini mengajarkan adik-adik untuk menjaga lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Di balik pengerjaan ilustrasi buku ini ada rekan saya, Nasir Udin yang membantu dalam desain layout serta memberikan masukan-masukan untuk ilustrasi yang saya buat. 



Salam 


PAWAI SAMPAH

Terima kasih banyak kepada mba Dini dan mba Watiek atas kesempatan yg diberikan, wah senang banget bisa menjadi bagian dari Kisah Kota Kita. Ilustrasi di buku ini lucu-lucu, unik dan beragam. Kisahnya ringan namun memberikan banyak pelajaran, selain kisah-kisah seru memancing imajinasi juga diselingi fakta-fakta menarik yang ga kalah serunya. Semoga dengan adanya buku ini bisa menumbuhkan kecintaan dan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan sekitar sejak dini ya ^0^






Best Regard,
Diah Fitriana A.M

Koncodewe Design Studio 


STASIUN PELANGI

Sebagai lulusan arsitektur yang kemudian memilih untuk jadi ibu rumah tangga, saya seringkali gundah dan khawatir bahwa ilmu yg sudah susah payah dicapai akan menguap sia-sia. Ditambah lg dengan kesibukan mengurus buah hati, kadang terlintas pikiran bahwa saya akan sulit berkontribusi kepada masyarakat. Alhamdulillah, bu ''Dini' Dian Kusuma Wardhani menawarkan kesempatan menjadi ilustrator buku Kisah Kota Kita dan mengembalikan kepercayaan diri saya bahwa sy masih bisa bermanfaat bagi sesama.

Cerita Stasiun Pelangi bagi saya cukup menantang, terutama karena saya tidak akrab dengan moda transportasi satu ini. Belajar, mencari referensi, melihat ensiklopedi menjadi bekal saya untuk membangun storyboard kisah ini. Kisah ini membuat sy sadar, bahwa saat ini kita barangkali terlalu dimanja oleh kemudahan bermobil pribadi, lupa ada moda lain yang tak kalah menarik yang bisa digunakan sekaligus sebagai sarana interaksi sosial. Suatu hari sy ingin anak saya mencoba kereta api. Semoga ia bisa berkata pada teman2nya kelak: Hei, seru loh berangkat sekolah bersama2 menaiki kereta api! Yuk ikut!
Semoga adik2 yang membaca kisah ini juga tertarik untuk menyukai stasiun dan kereta api, ya!


Terima kasih untuk semua rekan ilustrator Kisah Kota Kita, semoga kolaborasi kita dalam project ini membawa manfaat dan kebaikan untuk KOTA KITA.




Minggu, 19 Oktober 2014

Story Telling Kisah Kota Kita

Selamat Hari Senin :)

Ah, senang sekali rasanya. Hari Minggu, 19 Oktober saya mendapat kesempatan untuk mendongeng Kisah Kota Kita di Taman Kota Trunojoyo. Wiiih, seru sekali! Saya dikerumuni hampir 250 anak-anak se Malang Raya. Undangan tersebut berasal dari Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Malang dalam rangka Taman Malang Festival (twitter : #TMF2014)





Awalnya, saya sudah membuat script drama yang tokoh-tokohnya adalah masing-masing elemen kota dalam Wayang Kota. Namun, setelah berada di lokasi saya ubah rencana itu menjadi cerita interaktif. Saya ajak anak-anak untuk tanya-jawab. Saya tanya apa mereka tahu umur pohon yang meneduhi kami, saya tanya bagaimana rasanya menjadi sampah yang dibuang? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Alhamdulillah, cara ini cukup efektif mereka sangat antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan.


Untuk membuat acara lebih berkesan saya ajak mereka menyanyi lagu KOTA MALANG


Betapa indah gemilang
Kota Malang
Kota di datar tinggi
Sejuk, m’narik hati
Yang brantas melintas berliku
Yang tepi dilindung gunung
Penuh pemandangan sehat
Malang kota berkat

Ya, Malang kota harapan
Setiap insan
Lihat gedung s’kolahnya
Lihat industrinya
Sekitarnya penuh tamasya
B’ri sehat jiwa dan raga
Marilah kawan bersyukur
Malang kota subur

Kok saya jadi terharu mendengar lagu ini dinyanyikan adik-adik kecil ini. 
Saya mengajak mereka mengenal transportasi publik, pasar, bangunan kuno, jenis sampah dan menabung di Bank Sampah Malang. 
Sebelum berpisah saya membagi sedikit gift dan mengajak mereka bersalaman, jadi merasa awet muda hehehehe... Saya hanya bisa berharap dan berdoa semoga dongeng Kota Kita bisa menyentuh hati mereka dan paling tidak ada yang akan menjadi lebih peduli terhadap kotanya.


Sedikit informasi mengenai Event Taman Festival Malang 2014
19 Oktober di Taman Trunojoyo
26 Oktober di Taman Merbabu
2 November di Taman Merjosari

Acaranya seru-seru, mulai melukis tas belanja, storytelling, menanam pohon dan lain-lain.

Sekilas tentang Taman Trunojoyo yang sekarang sudah direnovasi. Semoga Malang makin sejuk, nyaman, dan indah seperti dalam lagu KOTA MALANG.
sebelum direnovasi




sumber foto : www.skyscraper.com

Salam Hangat dari Malang


Kamis, 09 Oktober 2014

Toko Merah : Kisah Si Bangunan Kuno

Tiba-tiba saya ingin sekali menulis tentang Toko Merah, yang merupakan salah satu judul pada Kumpulan cerita Kisah Kota Kita. 



Mungkin banyak yang baru tahu jika judul Toko Merah terinspirasi dari nama sebuah toko alat tulis di Jogjakarta milik sahabat saat kuliah. Sangat spesial karena ini merupakan ilustrasi cat air pertama saya yang diterbitkan dalam bentuk buku anak. Senang sekali saat menulis sekaligus mengilustrasikannya. Buat saya cerita yang satu ini sangat istimewa, karena bercerita tentang bangunan kuno di sebuah kawasan Pecinan. 

Saya selalu menikmati keindahan bangunan lama/kolonial maupun bangunan tua bersejarah. Bagi saya, bangunan-bangunan itu memiliki estetika yang tak dimiliki dan juga tak bisa digantikan oleh bangunan masa kini. Namun sayang, nasib bangunan tua di Indonesia tidaklah semanis gula. Terbengkalai, terlupakan, ditinggalkan, bahkan dirobohkan itulah riwayat mereka kini. Selain bicara estetika, tentu juga kita akan bicara mengenai konstruksi dan teknologi. Bagaimana bangunan tua bisa memiliki kenyamanan termal yang baik hingga disebut bangunan indies nan tropis. Sayang seribu sayang, jika bangunan-bangunan itu berakhir hanya dalam kenangan warga kotanya.




Saat saya membaca ulasan buku The Little House, saya merasa tersentil. Mengapa di Indonesia tidak ada buku yang bisa membuat orang (terutamanya anak-anak) berempati terhadap nasib bangunan tua. Buku adalah media yang ampuh untuk menyentuh hati. Saya membayangkan bisa menulis cerita seperti ini. Selain ceritanya yang mengharukan, ilustrasi The Little House sangat serasi dan harmonis dengan ceritanya, klop sudah!

http://blog.preservationnation.org/


Akhirnya saya bulatkan tekad saya untuk menulis buku anak dengan tema besar mengenai tata kota. Walaupun tema tersebut bisa dikatakan tema berat atau idealis untuk anak-anak, tapi saya tetap yakin bahwa tema seberat apapun bisa dikemas menjadi ringan dan menyenangkan. Toko Merah merupakan salah satu judul awal yang saya tulis selain Taman Cahaya. 




Saya menuliskan naskah Toko Merah dan Taman Cahaya pada saat mengikut kelas online Picture Book Writing. kemudian muncul judul Titian Persahabatan, Stasiun Pelangi dan Dermaga Perak yang akhrinya berganti judul menjadi Festival Air. Karena tidak cukup hanya berbekal 5 cerita, bersama mb Watiek Ideo, saya mulai mematangkan ide ini. Berbagai konsep kami coba mulai komik, cergam akhirnya matang dengan kumpulan cerita. Dan selanjutnya muncul lah 10 cerita yang masing-masing mewakili tiap elemen perkotaan. Tambahan judul baru adalah Pasar Pagi, poster Heboh, Kantor Jingga, Pawai Sampah dan Jalur Populer.

No
Sub Judul
Elemen Kota yang ingin diceritakan
1
Taman Cahaya

Pohon dan Taman yang terlantar
2
Titian Persahabatan

Elemen pedestrian way/trotoar
3
Toko Merah

Bangunan kuno/cagar budaya kota 
4
Festival Air

Banjir dan biopori
5
Pasar Pagi

Revitalisasi pasar radisional
6
Poster Heboh

Penertiban reklame
7
Pawai Sampah
Daur ulang sampah

8
Kantor Jingga

Kantor pos dan kawasan pusat kota
9
Stasiun Warna

Sarana transportasi masal dan perawatan utilitas kota
10
Jalur Populer
Kemacetan akibat tidak tertib


Apa sih inti dari cerita Toko Merah? sebetulnya Kisah si Toko Merah merupakan kisah tentang adaptive use dalam konteks pelestarian bangunan bersejarah. Berikut adalah sinopsisnya :

Di sebuah kota kecil, dibangunlah sebuah toko kelontong yang terletak di sudut tikungan. Ia menjual berbagai macam barang juga makanan. Pada kawasan permukiman itu (neighbourhood), ia tampak sangat megah dengan catnya yang berwarna merah. Si Toko pun merasa sedikit sombong karena ia paling menonjol diantara bangunan yang lain. Tahun berganti tahun pemiliknya tak mampu lagi merawatnya, sang pemilik pindah kota untuk tinggal bersama anaknya. Si Toko Merah pun dijual. Lama ia merasa terlantar, kosong. Ia merindukan sapaan si pemilik toko pada para pelanggannya. Suatu hari seorang pemuda berhenti di muka Toko Merah. Lama ia berdiri di sana. Saat melihat Toko Merah ia teringat kembali betapa lezat kue bolu buatan nyonya pemilik Toko Merah.

Sejak naskah itu jadi, saya menyimpan keinginan untuk bisa mengilustrasikannya sendiri. Saya bukan ilustrator yang handal, bahkan ini adalah pertama kali saya mengilustrasikan cerita anak dengan media cat air. Alhamdulillah, selesai juga dan sesuai harapan saya. Meskipun saya masih harus banyak belajar lagi teknik-teknik ilustrasi, ya karena saya juga tidak kuliah di jurusan komunikasi visual :D tapi lumayan lah.




Selain Toko Merah, cerita favorit saya adalah Taman Cahaya. Taman Cahaya akhirnya berhasil diilustrasikan sangat indah oleh Dewi Citra, saya kagum dengan caranya menuangkan cerita itu pada gambar-gambarnya yang luar biasa, lembar demi lembarnya membuat hampir semua pembaca mengagumi cerita itu. Ada efek dramatis, anggun dan melankolis dalam ilustrasi Taman Cahaya. Luar biasa!




Toko Merah, Taman Cahaya dan cerita lain dalam Kisah Kota Kita hanyalah sebagian kecil dari upaya seorang warga kota mengubah keprihatinan menjadi kepedulian. Kepedulian yang saya harapkan tumbuh di hati setiap pembaca cilik yang telah membaca Kisah Kota Kita. Paling tidak saya, dan Mb Watiek tidak ingin berpangku tangan saja. Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka berusaha untuk mengubahnya sendiri. 

Tulisan ini akhirnya saya tutup dengan mengutip endorsment dari Ridwan Kamil "Kota Mencerminkan Siapa Diri Kita".


Salam




you might also like these stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...