HOMESCHOOLER Mom

Foto saya
a mom of homeschool twinnies (boy and girl), an ex architect, a lecturer, a crafter, and a children book's author and illustrator. loves drawing, crafting, illustrating, making pretty things..

Hi there...

Thanks so much for taking time out of your day to stop by my little space! i am happy to share my daily activities (homeschooling, green living, writing, ilustrating & crafting) and hope you enjoy it...

-Dini-

dkwardhani@yahoo.com



Tampilkan postingan dengan label wayang kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wayang kota. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Oktober 2014

Ilustrator Kisah Kota Kita

Yuk hari ini akan saya perkenalkan siapa saja di belakang layar Kisah Kota Kita!

Merekalah yang telah menginterpretasikan cerita dalam naskah menjadi gambar-gambar yang menarik dan menyentuh hati. Siapa saja kah mereka?

TAMAN CAHAYA

Dear Mb Dini dan Mb Watiek Ideo,
AlhamduliLLAH "Kisah Kota Kita" telah terbit. Bahagia rasanya bisa membuat ilustrasi untuk cerita Taman Cahaya.

Saya termasuk orang yang jarang mengunjungi taman kota. Karena kebagian kisah ini, mau tidak mau saya harus melakukan survey dadakan alias mengunjungi taman-taman di sekitar rumah secara rutin. AlhamduliLLAH berdampak positif untuk anak-anak saya. Mereka sangat senang jika diajak ke taman
Terima kasih Mba Dini dan Mba watiek, semoga buku "Kisah Kota Kita" dapat membawa manfaat terutama untuk generasi mendatang







JALUR POPULER

"Terimakasih buat mbak Dini dan mbak Watiek yang sudah memberikan saya kesempatan untuk berkolaborasi di buku Kisah Kota Kita.

Proses pengerjaannya terasa menyenangkan dan dengan mengerjakan ilustrasi buku ini, saya mendapatkan pengalaman baru menggambar kendaraan-kendaraan bermotor dan lingkungan kota.
semoga dengan adanya buku ini mampu membuat adik-adik untuk menjaga lingkungan kota agar kota bisa menjadi tempat yang nyaman buat jalan-jalan "





Salam,
Salestinus Sustyo H



TITIAN PERSAHABATAN

Gambar yang bervariasi di setiap cerita, serta bahasa yang ringkas dan sederhana cocok untuk dibaca segala usia, terutama anak - anak.

Ceritanya tidak hanya memberi informasi - informasi tentang kota, tetapi juga menggugah perasaan untuk lebih menyayangi & merawat kota kita.
Semoga melalui buku ini, kita bisa menambah pengetahuan & meningkatkan kepedulian banyak orang dengan cara yang menyenangkan.



Salam
Agnes & Dyana 

PASAR PAGI

Pertama kali Mbak Dini dan Mbak Watiek mengajak saya untuk ikut bergabung dalam project buku Kisah Kota Kita..tadinya saya heran,
"Hah ada ya cerita anak tokohnya bukan mahluk hidup?gimana caranya tuh? Berarti nanti saya banyak membuat bangunan2 ala gambar perspektif gitu dong?mati aku..itu kan susah bangeet X(" 
eh taunya gak sesusah yang kupikir..

Cerita Pasar Pagi yang dibuat dengan apik oleh duet mbak Dian ''Dini' Dian Kusuma Wardhani dan mbak Watiek Ideo, sukses menyentuh hati saya. Saya jadi ingat waktu kecil sering diajak ibu ke pasar tradisional, bahkan ketika sekarang sudah mempunyai keluarga kecil sendiri pun saya masih datang ke pasar tradisional, karena bisa menawar (hihi mental ibu-ibu). Paling sedih ketika menggambar adegan pasar yang terbakar, langsung terbayang para pedagang yang sedih, bahkan wajah2 bangunan pasarnya yang menangis
Overall, buku ini sangat menarik dan memberi sudut pandang berbeda untuk para pembaca,khususnya anak2 untuk menjaga kota sejak usia dini. Karena bukan kita yang menjaga, siapa lagi?


Diani Apsari
Illustrator at http://dianiapsari.com/


KANTOR JINGGA

Alhamdulillah..

It has been a wonderful journey.
Sebelumnya pernah menjadi tim laporan desain kota yang target "pembacanya" jauh berbeda. Bagi saya, menjadi bagian tim ilustrasi buku tentang kota untuk anak, adalah hal yang tidak pernah terbayang. . 
Terimakasih Dini dan mba Watiek yang sudah memberi kepercayaan untuk berkontribusi di buku asik tentang kota ini. Buku asik lokal dengan muatan pesan positif dan ilustrasi yang berani beda  

Semoga membawa banyak kebaikan dan manfaat. Aamiin



Dian Yusnita.
Fb fanpage :


POSTER HEBOH

Buku yg sangat menarik, mengajak pembaca nya utk berimajinasi dari sudut pandang yg berbeda tentang permasalahan kota dan solusinya. Tokoh utama keseluruhan cerita digambarkan dalam wujud isi kota itu sendiri dan bagaimana manusia sbg bagian di dalam kota tersebutlah yg masing masing bisa menciptakan kota impian nya masing masing


Salut banget utk ide dan hasil dr buku ini. ^^b sukses dan semakin mantap karya2nya bu!





Regards,

Hutami Dwijayanti
Experienced Illustrator & graphic designer



FESTIVAL AIR

Senang sekali bisa bergabung dengan tim dari buku#KisahKotaKita. Buku ini mengajarkan adik-adik untuk menjaga lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Di balik pengerjaan ilustrasi buku ini ada rekan saya, Nasir Udin yang membantu dalam desain layout serta memberikan masukan-masukan untuk ilustrasi yang saya buat. 



Salam 


PAWAI SAMPAH

Terima kasih banyak kepada mba Dini dan mba Watiek atas kesempatan yg diberikan, wah senang banget bisa menjadi bagian dari Kisah Kota Kita. Ilustrasi di buku ini lucu-lucu, unik dan beragam. Kisahnya ringan namun memberikan banyak pelajaran, selain kisah-kisah seru memancing imajinasi juga diselingi fakta-fakta menarik yang ga kalah serunya. Semoga dengan adanya buku ini bisa menumbuhkan kecintaan dan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan sekitar sejak dini ya ^0^






Best Regard,
Diah Fitriana A.M

Koncodewe Design Studio 


STASIUN PELANGI

Sebagai lulusan arsitektur yang kemudian memilih untuk jadi ibu rumah tangga, saya seringkali gundah dan khawatir bahwa ilmu yg sudah susah payah dicapai akan menguap sia-sia. Ditambah lg dengan kesibukan mengurus buah hati, kadang terlintas pikiran bahwa saya akan sulit berkontribusi kepada masyarakat. Alhamdulillah, bu ''Dini' Dian Kusuma Wardhani menawarkan kesempatan menjadi ilustrator buku Kisah Kota Kita dan mengembalikan kepercayaan diri saya bahwa sy masih bisa bermanfaat bagi sesama.

Cerita Stasiun Pelangi bagi saya cukup menantang, terutama karena saya tidak akrab dengan moda transportasi satu ini. Belajar, mencari referensi, melihat ensiklopedi menjadi bekal saya untuk membangun storyboard kisah ini. Kisah ini membuat sy sadar, bahwa saat ini kita barangkali terlalu dimanja oleh kemudahan bermobil pribadi, lupa ada moda lain yang tak kalah menarik yang bisa digunakan sekaligus sebagai sarana interaksi sosial. Suatu hari sy ingin anak saya mencoba kereta api. Semoga ia bisa berkata pada teman2nya kelak: Hei, seru loh berangkat sekolah bersama2 menaiki kereta api! Yuk ikut!
Semoga adik2 yang membaca kisah ini juga tertarik untuk menyukai stasiun dan kereta api, ya!


Terima kasih untuk semua rekan ilustrator Kisah Kota Kita, semoga kolaborasi kita dalam project ini membawa manfaat dan kebaikan untuk KOTA KITA.




Minggu, 19 Oktober 2014

Story Telling Kisah Kota Kita

Selamat Hari Senin :)

Ah, senang sekali rasanya. Hari Minggu, 19 Oktober saya mendapat kesempatan untuk mendongeng Kisah Kota Kita di Taman Kota Trunojoyo. Wiiih, seru sekali! Saya dikerumuni hampir 250 anak-anak se Malang Raya. Undangan tersebut berasal dari Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Malang dalam rangka Taman Malang Festival (twitter : #TMF2014)





Awalnya, saya sudah membuat script drama yang tokoh-tokohnya adalah masing-masing elemen kota dalam Wayang Kota. Namun, setelah berada di lokasi saya ubah rencana itu menjadi cerita interaktif. Saya ajak anak-anak untuk tanya-jawab. Saya tanya apa mereka tahu umur pohon yang meneduhi kami, saya tanya bagaimana rasanya menjadi sampah yang dibuang? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Alhamdulillah, cara ini cukup efektif mereka sangat antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan.


Untuk membuat acara lebih berkesan saya ajak mereka menyanyi lagu KOTA MALANG


Betapa indah gemilang
Kota Malang
Kota di datar tinggi
Sejuk, m’narik hati
Yang brantas melintas berliku
Yang tepi dilindung gunung
Penuh pemandangan sehat
Malang kota berkat

Ya, Malang kota harapan
Setiap insan
Lihat gedung s’kolahnya
Lihat industrinya
Sekitarnya penuh tamasya
B’ri sehat jiwa dan raga
Marilah kawan bersyukur
Malang kota subur

Kok saya jadi terharu mendengar lagu ini dinyanyikan adik-adik kecil ini. 
Saya mengajak mereka mengenal transportasi publik, pasar, bangunan kuno, jenis sampah dan menabung di Bank Sampah Malang. 
Sebelum berpisah saya membagi sedikit gift dan mengajak mereka bersalaman, jadi merasa awet muda hehehehe... Saya hanya bisa berharap dan berdoa semoga dongeng Kota Kita bisa menyentuh hati mereka dan paling tidak ada yang akan menjadi lebih peduli terhadap kotanya.


Sedikit informasi mengenai Event Taman Festival Malang 2014
19 Oktober di Taman Trunojoyo
26 Oktober di Taman Merbabu
2 November di Taman Merjosari

Acaranya seru-seru, mulai melukis tas belanja, storytelling, menanam pohon dan lain-lain.

Sekilas tentang Taman Trunojoyo yang sekarang sudah direnovasi. Semoga Malang makin sejuk, nyaman, dan indah seperti dalam lagu KOTA MALANG.
sebelum direnovasi




sumber foto : www.skyscraper.com

Salam Hangat dari Malang


Jumat, 26 September 2014

Testimoni Pembaca Kisah Kota Kita

Hal yang juga paling saya tunggu sebagai penulis adalah, respon dari para orang tua yang telah membeli dan membaca Buku Kisah Kota Kita. Berikut ini adalah beberapa testimoni yang berhasil saya rangkum, yang beberapa di antaranya membuat saya speechless.

Aliva Sholihat - 22 September 2014


[Tentang Buku Kisah Kota Kita] 




Anak-anak di rumah lagi keranjingan buku baru. Baru beberapa hari umurnya. Tapi sudah lecek. Bagus donk, tanda sering dibaca kan?  *padahal emaknya aja ga apik* Arvan minta diulang-ulang cerita favoritnya, Taman Cahaya dan Pasar Pagi. Aira sudah berhasil merobek satu halaman, ikut-ikutan heboh kayak yang udah ngerti. 

Saya sungguh ingin memeluk para penulis dan ilustrator buku ini. Menurut saya bukunya bagus sekaliii. Bisa menghadirkan pelajaran penting dalam bentuk cerita anak yang ringan dengan gambar-gambar indah. Suka suka suka pake banget banget. 

Mungkin saya agak lebay, tapi sungguh tema yang ditampilkan dalam buku ini adalah sesuatu yang sudah sejak lama saya cari. Saya ingin buku yang bisa bercerita pada anak-anak, seperti apa seharusnya kota kita itu. (Versi kota kita di Indonesia ya. Karena agak klise ya kalau bukunya bercerita mengenai kota-kota 'utopis' di skandinavia misalnya?) Dan saya sendiri, sebagai orang tua, sebenarnya memang belum benar2 paham seperti apa seharusnya kota yang bermartabat itu. Sesuatu yang mungkin luput diajarkan di "sekolah" pada generasi kita dulu? 

Bab Taman Cahaya misalnya. Cerita tentang taman yang sempat sepi ditinggalkan anak-anak, namun ramai kembali sejak kedatangan kunang-kunang. Saya rasa bukan kebetulan kalau itu adalah cerita pertama yang diangkat. Penulisnya tahu benar bahwa taman bermain adalah jantung kota buat anak-anak. Dan bukannya anak-anak adalah "spesies percontohan" ? Kota yang ramah anak, yang bisa membuat anak bahagia, pasti jadi kota yang ramah buat semua, yang membuat semua bahagia. Ada pula Titian Persahabatan. Cerita tentang jembatan kayu khusus pejalan kaki yang membuat anak-anak yang bertemu jadi bersahabat. Untuk bisa bahagia, sebenarnya sederhana saja, manusia perlu bergerak bebas seperti burung. Berjalan. Berlari. Bersepeda. Bersepatu roda. Berpapan luncur. Untuk bisa bahagia, sebenarnya sederhana saja, manusia perlu bersosialisasi, berinteraksi satu sama lain. Maka ruang publik pun menjadi amat penting. Tempat kehidupan dan hati para warga kota beririsan satu sama
lain. Taman, alun-alun, pedestrian, dsb. Ya, buku berilustrasi indah ini mampu membantu seorang ibu untuk menyampaikan cerita itu pada anak-anaknya. 

Lalu ada cerita tentang Jalur Populer. Cerita yang tampak sederhana tetapi memuat pesan besar. Pelajaran tentang kendaraan umum. Kendaraan umum adalah yang menjadikan kota mampu menawarkan kesetaraan bagi warganya. Yang kaya yang miskin, semua sama2 naik bis umum, naik kereta komuter. Kendaraan pribadi bikin jalanan penuh, macet. Kendaraan pribadi bikin orang gak sempat ngobrol, paling hanya menanggukkan kepala dari balik jendela. Kendaraan pribadi bikin orang gak sehat dan gak bahagia. Sudah kejebak macet, kebelet pipis, gak ada teman ngobrol pula, paling cuma dengar suara radio. Kendaraan umum buat orang miskin, kendaraan pribadi buat orang kaya, haduh kok terbelakang. Jalur khusus busway adalah pelajaran tentang demokrasi. Sebuah bis yang mampu memuat 50 orang penumpang, maka dia pun berhak terhadap 50 bagian ruas jalan. Si bis layak mendapat jalur khusus yang tak boleh dilewati mobil pribadi. Dan mobil pribadi harus ikhlas, tidak boleh sewot. Katanya
negara demokrasi? Begitu juga dengan jalur pejalan kaki, kebanyakkan dari warga kita tidak punya mobil pribadi kan? Seharusnya membangun trotoar untuk pejalan kaki itu tidak kalah penting dari membangun jalan tol yang besar-besar itu kan? Trotoar menawarkan kesetaraan buat yang punya mobil pribadi dan buat yang cuma mimpi punya mobil pribadi. Ya ampun, saya sih kaget buku anak warna-warni begini bisa bercerita soal demokrasi dan kesetaraan. 

Belum lagi cerita-cerita lain yang berwawasan lingkungan dan konservasi. Festival Air, Pawai Sampah, Toko Merah, Stasiun Pelangi. Buku ini bikin saya sadar. Sungguh saya harus banyak belajar lagi. Bercerita tentang kota pada anak tak sesimpel itu. Ada banyak dongeng penting dibalik cerita sederhana tentang taman, stasiun, jembatan, pasar, kantor pos, dsb. Sekali lagi, saya mau kasih peluk jauh buat ibu-ibu penulis dan ilustrator buku ini. Anda semua jenius! Terima kasih telah menuangkan karya ini ke tengah kami semua, para ibu muda yang sedang belajar untuk "bercerita" pada anak-anaknya  

Dan buat ibu-ibu lain yang belum punya, saya rekomendasikan untuk punya buku ini juga. Mungkin tidak semua dari kita bisa jadi wali kota, aktivis lingkungan, relawan kota, dan semacamnya. Apalagi buat ibu-ibu kayak saya, males kali saya panas2an ngecat taman kota  Tapi paling tidak kita melakukan sesuatu; "We owe it to our children, to teach them about what kind of city they deserve to live in.." — bersama 'Dini' Dian Kusuma Wardhani dan Penerbit Bip Gramedia.



Fie Okta -24 September 2014


Pas buka buku ini rasanya wahhh bgt..entah mengapa merasa ilustrasinya aja udah bgs bgt untuk buku anak..even anak2 yang belum bisa baca udah serius baca gambarnya yang mungkin sudah bercerita sendiri walopun bundanya blm bacain..hehe.. ceritanya kota kita bangetttt.. keren mbak ''Dini' Dian Kusuma Wardhani.. akupadamu dehh  


Nungki Martika - 22 September 2014 (tinggal di Jepang)




Buku ini khusus pesen suami pas pulang ke indonesia. Udah naksir sejak penulisnya,mb'Dini' Dian Kusuma Wardhani sama mb Watiek Ideo, woro2 di fb nya. Menurut saya isinya berbobot sekali, dikemas dalam cerita anak yang fun, ilustrasi yang keren, jadi menarik buat anak. Saya aja sukaaaaa ... Dan buku ini rekomendasi Bp. Ir. H. Joko Widodo lho 


Anarika Suprapto - 23 September pukul 17:21 • 




Buku Kisah Kota Kita yang dipesan langsung dari Ibu Penulis free wayang lohh..., cerita bersama si kecil jadi lebih seru dan menarik 

Ceritanya dilengkapi dgn ilustrasi2 yg memanjakan mata si kecil juga mama papa nya 
Mengajarkan si kecil tentang kota kita beserta problema di dalamnya secara ringan sekaligus membangkitkan nostalgia masa kecil si mama papa ;( jadi terharu...
Hal kecil yang telah Yelle lakukan bersama mama papa thd kota yaitu buang sampah pada tempatnya, tertib lalu lintas, antri dengan sabar...
‪#‎Gerakancintaikotakita‬

Prillia Verawati menambahkan 2 foto baru.

23 September pukul 8:36 • 

Terima Kasih bukunya mbak Watiek Ideo dn ''Dini' Dian Kusuma Wardhani. Raffa suka banget, terutama wayang kotanya. Dia paling suka cerita Jalur Populer dan Stasiun Pelangi. Itu pasti karena keduanya tentang transportasi, hal yang sangat disukai raffa. Wayangnya terus dimainin sampe malem, meskipun dengan cerita full improvisation....hehehe


Lila Imelda Sari - 23 September · 





Namaku Aksan. Umur 3 Tahun. Sudah sekolah kelas Kelompok Bermain B di Playgroup Komimo, Yogyakarta.

Waktu ke toko buku Gramedia, ibu membelikan buku Kisah Kota Kita. Bukunya besar, dengan gambar yang bagus dan berwarna menarik. Cerita di dalamnya banyak. Semuanya bercerita tentang kota. Yang paling aku suka cerita "Stasiun Pelangi". Karena aku suka sekali dengan apapun yang berbau kereta api....

Wayang yang aku pilih waktu mau foto ya.. si kereta hitam dan Stasiun Waru yang sudah jadi Stasiun Pelangi. Oya, di rumah berdua dengan Bapak, aku membuat stasiun Waru dari sendok kayu yang biasa dipakai untuk makan es krim. Itu dia stasiun buatan aku dan bapak.... liat kan?


Untuk menjaga kota, aku sudah melakukannya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Setiap kali pergi dan sulit menemukan tempat sampah, biasanya aku menyimpan sampahnya di dalam tasku atau titip di tas Ibu. "Ibu, jangan buang sampah sembarangan ya.." begitu selalu aku bilang ke ibu. 


Nah, foto yang kanan adalah kantong depan tas sekolahku. Tiap habis minum susu kotak, plastik bungkusan sedotannya dan juga karton kotaknya selalu aku simpan dulu. Sampai ketemu tempat sampah, baru deh aku buang..



Bukunya udah rada lecek ya ujungnya. Tandanya kan bukunya selalu dibaca.. 



24 Oktober 2014


Ummiiiii apa ini?

Ini wayang nak, buat temen baca bukunya..

Kereenn ada pohon.. bis..
Wow keretaaa..!!





Itulah ekspresi kaget nabila affan waktu saya tunjukkan wayang dan buku kota kita.

Saya dan suami Febri An ikut antusias bacain kota kita untuk anak2.
Saya mendongeng dengan suara yang dibuat2.
Suami berhasil bikin anak2 teriak senang saat menirukan kiara pohon yang tertiup angin.

Tapiii, ada 1 hal yang membuat saya sedih. Anak2 belum bisa ngebayangin kunang2 itu kayak apa 
Dimana saya bisa menemukan kunang2 lagi yaa?

Dan stttt, 2 hari lalu saya melantik 2 direktur. Diberi mahkota dan stempel lucu di tangan.
Nabila sebagai direktur beres beres.
Affan sebagai direktur buang sampah.

Sekarang tugas membereskan rumah mulai terasa ringan.
"ayok direktur beres beres dan direktur buang sampah, kita kerjakan" 

Makasiii buat mbak 'Dini' Dian Kusuma Wardhani dan mbak Watiek Ideo untuk buku kota kita yang kereeennn banget!

Yuk ajarkan anak kita untuk mencintai kotanya.
#Gerakancintaikotakita



Aaah... seneng banget baca semua testimoni di atas.

Terima kasih untuk para ibu, mama, bunda, mami, ummi semua ^^

Semoga bermanfaat ya



Buku ini istimewa sekaliiiii, awalnya sempat under estimate dgn judulnya "Kota Kita", tapi krn salah satu ilustratornya adalah teman saya yg sholehah, cerdas & murah hati rasanya tdk ada alasan untuk menolak tawaran membeli buku ini, dan kemarin sore beberapa menit menjelang Adzan Magrib bukunya diantar langsung oleh Mba Dian Setiany sang ilustrator di cerita "Kantor Jingga"...seperti biasa Super Dipo tdk sabaran ingin dibacakan buku barunya, jadilah buku ini dibacakan sambil menyusui Abhyu dan ternyata...WOOOOW...walaupun ide ceritanya sederhana tapi dgn tata bahasanya mudah dipahami anak2 (saya membacakannya ala2 story telling hehehehe) ditambah lagi ilustrasinya yg KEREN BANGET...buku ini jadi ISTIMEWA SEKALI dijamin anak2 suka bahkan saya sendiri senang membolak2 balik halaman hanya untuk melihat ilustrasinya yg keren (berasa jadi anak2 lagi) ☆☆...warna warni ceria tapi lembut...(mirip ilustrasi buku2 dari luar hehehehe) pokoknya TOP BGT...hampir lupa ada bonus wayangnya lhooo...ayo buruuaan beli di toko buku terdekat...buku ini direkomendasikan oleh Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI terpilih) ...ahhhhh rindu lihat kunang2...

Sabtu, 20 September 2014

Pembaca Cilik Kisah Kota Kita

Hal yang paling menyenangkan bagi saya, menjadi seorang penulis (paruh waktu) adalah saat buku yang kita tulis menjadi favorit anak-anak. Saat melihat mereka tekun menyimak dan membacanya, juga saat buku kita menjadi buku favorit mereka menjelang tidur. Ini menandakan buku tersebut sangat berkesan bagi mereka.

Apalagi jika ceritanya sangat mengena bagi anak-anak, berkesan mendalam, sehingga mereka bisa menceritakan kembali jalinan cerita yang ada di buku kota kita dengan bahasa mereka sendiri. Kadang jadi terharu, melihat buku-buku itu sampai ke tangan-tangan mungil yang membuak lembaran demi lembaran, memandang dengan antusias setiap ilustrasi yang disuguhkan. Bahkan beberapa dari pembaca ini usinya masih belum menginjak sekolah dasar, namun menurut para mama dan bundanya, mereka sudah punya cerita favorit pilihan mereka sendiri. Wow, MasyaAllah!

Semoga Kisah Kota Kita tidah hanya menjadi buku favorit mereka, namun kisah-kisah di dalamnya bisa menjadi bekal menumbuhkan kepedulian mereka terhadap kota.

Arvan (3th) dan Aira (1th) putra putri Alivina

Ocha (11th)


Keni dan Adit

Putri Mb Ely Nur

Putri mb Arif

Mikaila (4th) Putri Mb Yuni


Hanif (6th) putra Yustika Kurniati


Hanif (7th) putra Yustika Kurniati


Aksan (3th) putra Mb Lila Imelda Sari


Abimanyu (3th) putra Yustika Kurniati

Farizqi (5th) dan Kaede (3th) putra Mb Sari

Atha dan Athir (3th) putra kembar Fie Okta

Yelle (3th)  Putri Mb Anarika

Putri Mb Ely Nur

Andra dan Nada putra putri Mb Novi

adit (6th)

Charissa (4th) putri Mb Rika

Reine (6 bulan) putri Adjie Negara

Fionna (6,5 th) putri Sri Risnawati

Anin putri  Niken Atmi

Nasya putri Mita Wulansari

Adit di Gramedia

Keni di Gramedia

Mutia putri Nika Hanidah


Love you all my little readers!  


you might also like these stories

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...